Kelompok Tani Bandar Jaya Menolak Pengolahan Lahan Mereka Dihentikan

Laporan: Andhika Bugis
 
SIAK KECIL- Masyarakat Kelompok Tani Dusun Air Masuk, Desa Bandar Jaya Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Menolak Pengolahan dan Penggarapan lahan yang sudah lama  mereka kerjakan tiba tiba dihentikan.

Sebelumnya, kelompok tani yang terletak di Dusun Air Masuk ini terkejut dengan pernyataan kuasa hukum Syamsurizal yaitu Ahmad ketika menyambangi kelompok tani yang berada diarea lahan tersebut. Ia meminta agar kelompok tani menghentikan aktifitas diarea lahan tersebut, dikarenakan lahan yang dimaksud adalah milik kliennya Syamsurizal.
 

"Untuk itu, kami sebagai masyarakat kelompok tani Dusun Air Masuk menolak permintaan kuasa hukum Syamsurizal yaitu Ahmad, atas dasar apa kami dihentikan, dan dari mana datangnya lahan yang kami garap tiba tiba milik kliennya Saymsurizal. Sedangkan lahan ini sejak dulu tidak pernah kami perjual belikan," kata Parjo Salah Satu Ketua kelompok Tani, Rabu (04/03/2020).

Menurut Parjo, kelompok tani yang mempunyai lahan tersebut ada Tiga kelompok, dan dari masing masing kelompok tidak pernah menjual kepada Syamsurizal atau siapapun. Jadi sangat tidak masuk akal lahan kami menjadi milik Samsurizal seperti yang dikatakan kuasa hukumnya, serta surat himbauan yang masuk ke Desa Bandar Jaya.

"Sampai kapanpun lahan ini milik kelompok tani kami, kami tidak pernah menjualnya. Dan tolong tunjukan kepada kami surat dasarnya jika lahan itu milik Syamsurizal," terangnya.

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Desa Bandar Jaya Suyanto mengatakan, bahwa himbauan untuk masyarakat menghentikan penggarapan lahan tersebut memang benar, namun sampai saat ini Ia belum bisa menjelaskan lebih jauh permasalahannya, dikarenakan belum melihat surat dari kuasa hukum tersebut sama sekali.

"Kepada masyarakat harap tenang dulu, kita selesaikan secara baik baik. Bagaimanapun duduk perkaranya harus ada pertemuan kepada kedua belah pihak. Dan kita akan segera memberi undangan pertemuan dengan Ahmad kuasa hukum Syamsurizal,"jelasnya.

Terakhir, ketua kelompok tani yang mewakili anggotanya mengatakan akan tetap menggarap lahan tersebut, dikarenakan mereka merasa lahan itu miliknya. 

"Perlu digaris bawahi, kami tidak pernah sama sekali memperjualbelikan lahan kelompok tani kami.