AMBUS Berharap Kawasan Industri Buruk Bakul tak Sekedar jadi Komoditi Politik
Syaiful Bahriandi

AMBUS Berharap Kawasan Industri Buruk Bakul tak Sekedar jadi Komoditi Politik

Laporan : Andhika
 

RIAUBERDAULAT.COM,SUNGAIPAKNING – Aliansi Masyarakat Bukit Batu – Siak Kecil (AMBUS) berharap wacana Kawasan Industri Buruk Bakul (KIBB) yang sejak lama digaungkan di Riau, tidak sekedar menjadi komoditi politik yang timbul tenggelam saat musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saja.

Ketua Umum AMBUS Syaiful Bahriandi, Senin (29/01/2018) mengatakan wacana KIBB yang sejak satu dekade terakhir didengungkan sampai saat ini belum ada tanda – tanda akan diwujudkan oleh pihak manapun, sejauh ini hanya menjadi komoditas politik yang selalu terdengar saat musim Pilkada.

“Jangan masyarakat kita di Negeri Laksamana ini hanya menjadi objek janji manis politik, KIBB itu sudah lama kita nantikan tapi sampai sekarang tidak ada tanda – tanda sama sekali. Oleh karena itu kita berharap siapapun Calon Gubernur Riau yang terpilih pada Pilgubri 2018 ini untuk segera mewujudkan KIBB, kita ingin benar – benar terwujud bukan sekedar janji manis,” pungkas Syaiful.

Diakui Syaiful bahwa wilayah Negeri Laksamana yang terdiri dari Kecamatan Bandar Laksamana. Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Bukit Batu, memang agak tertinggal baik dalam hal pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat jika dibandingkan dengan wilayah Dumai, Batam, Buton dan dan sekitarnya.

Sehingga apabila dengan adanya kawasan industri Buruk Bakul nanti, maka dianggap akan menjadi solusi terbaik dalam peningkatan perekonomian warga.

Syaiful mengungkapkan bahwa masyarakat dan pihaknya sangat ingin agar Desa Buruk Bakul dijadikan kawasan industry.

”Kita sangat berharap kepada Gubernur Riau yang baru nanti, jangan hanya Dumai dan Buton saja yang dijadikan kawasan industry, tapi Buruk Bakul kecamatan Bukit Batu juga harus dijadikan kawasan industry,” tutupnya.