Tiga produk ikan Mackerel yang terdapat cacing mati

BPOM RI Sebut 3 Produk Ikan Mackerel yang Ditemukan Cacing Diimpor dari Cina

JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia membenarkan temuan cacing pada ikan kemasan kaleng. Menurut keterangan tertulis BPOM di Jakarta, Kamis (22/3), terdapat cacing dalam ikan makarel kaleng dengan merk Farmerjack.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Suratmono, mengindikasi produk ikan sarden kaleng yang mengandung cacing diimpor dari Cina. 
"Kami mau tanya apa sumbernya di Cina sama atau tidak. Sumber bahan baku ikannya satu perairan atau tidak," tutur Suratmono Rabu, 21 Maret 2018 dilansir dari Tempo. 
Adapun ketiga perusahaan importir itu adalah PT Interfood Sukses Jasindo untuk produk Hoki Mackerel yang berbasis di Jakarta dan Riau, sementara dua lainnya adalah PT Prima Niaga untuk produk Farmer Jack dan PT Maksindo Mitra Perkasa yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau.

BPOM menyatakan dari hasil pemeriksaan dan pengujian menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gram bermerk Farmerjack. Merk Farmerjack terkait memiliki nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106351356.

Selain itu, ditemukan juga cacing dalam panganan kaleng Merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020 dan Merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-. BPOM telah memerintahkan kepada importir produk Farmerjack, IO dan HOKI dengan bets tersebut di atas dari peredaran dan melakukan pemusnahan.

Produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif. BPOM terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets lainnya dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya baik produk dalam maupun luar negeri.