Bupati Bengkalis Amril Mukminin Turun ke Lapangan Memantau Karhutla beberapa waktu lalu

Bupati Tak Harus di Kantor Saja, Terkait Pemberitaan Bupati Jarang Ngantor

RiauBerdaulat.com,MANDAU – Terkait munculnya pernyataan dan anggapan bahkan menggelari Amril Mukminin adalah bupati Mandau, gara-gara jarang masuk kantor atau karena waktunya lebih banyak di Mandau dan Pinggir, dinilai salah seorang pemuka masyarakat Mandau, dr. H. Yudi Rianto, terlalu berlebihan. Sebagai seorang bupati dengan jabatan politis yang melekat pada dirinya, wajar Amril ikut memperhatikan Mandau dan Pinggir yang merupakan kampung halamannya.


“ Disamping itu presentase jumlah penduduk Mandau dan Pinggir juga 2/3 dari seluruh penduduk kabupaten Bengkalis, cocoklah jika beliau lebih banyak berada di lapangan ketimbang di kantor. Malah aneh, apabila bupati kerjanya hanya di kantor saja, jarang ke lapangan. Jadi adanya pernyataan dari beberapa orang masyarakat Bengkalis di media massa lokal terbitan Rabu lalu, hanya bentuk kecemburuan yang tak beralasan,’’ ujar dr. H. Yudi Rianto kepada wartawan, Jumat (24/3).


Disampaikan Yudi lagi, bahwa bupati memiliki banyak pembantu yang sudah diberikan kepercayaan menyelesaikan urusan pemerintahan, mulai dari sekda, asisten, kepala dinas dan kepala bagian. Pegawai seperti inilah yang seharusnya disoroti jika jarang masuk kantor, bukannya bupati. “ Masuk kantor bukanlah tolak ukur keberhasilan pembangunan bagi seorang kepala daerah. Namun kinerja pembantu bupati lah yang menjadi acuan sukses tidaknya program yang dicanangkan,’’ imbuhnya.


Kemudian, kenapa bukan PNS yang duduk di warung kopi pada jam kerja, yang dipermasalahkan. “ Saya melihat masih ada ketidaksukaan orang-orang di luar Mandau dan Pinggir, atas terpilihnya Amril jadi bupati Bengkalis. Sehingga permasalahan masuk kantor, dijadikan senjata untuk menyerang pribadi bupati, dengan menudingnya bupati Mandau. Ini terlalu dicari-cari,’’ ungkap Yudi.


Yudi berharap masyarakat lebih kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah daerah dan ikut mengawal jalannya pembangunan sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan saat bupati Bengkalis Amril Mukminin terpilih. “ Kalau yang dikritisi lambannya progres pembangunan dan hal-hal yang bersifat umum, mungkin dapat diterima. Tapi kalau masalah masuk kantor, bupati 4 hari di Mandau, 3 hari di Bengkalis, yang digadang-gadangnya, rasanya lebih kepada sentimen saja,’’ tukasnya.(NTO)