Billy Yanis Saputra, MM

Dampak Ekonomi dari Sebuah Pembangunan

Oleh : Billy Yanis Saputra,  MM

(Bendahara DPD KNPI Kabupaten Bengkalis / Praktisi Pembangunan Ekonomi Desa Kabupaten Bengkalis) 


Pertumbuhan Ekonomi dunia yang lesu tentunya berimbas terhadap perekonomian nasional, ketergantungan Negara dari sektor migas masih terlalu besar sehingga belum mampu memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional.

 

Pembangunan infrastruktur yang di galakkan pemerintahan Jokowi pastinya belum dapat di rasakan langsung manfaatnya terhadap perbaikan ekonomi, hal ini akan  dapat dirasakan manfaatnya lima hingga sepuluh tahun yang akan datang. Terbukanya akses transportasi akan mempercepat mobilisasi baik barang maupun orang sehingga akan menciptakan sumber-sumber ekonomi baru bagi wilayah tersebut.

 

Situasi nasional tersebut juga berimbas bagi Bengkalis sebagai Daerah penghasil migas, Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat yang selalu terlambat di transfer ke Daerah secara garis besar sangat mempengaruhi pembangunan. Tahun 2016/2017 merupakan tahun  ujian di mana pemerintah mau tidak mau harus melakukan rasionalisasi akibat dari telambatnya transfer Pusat ke Daerah, keadaan ini terus berlanjut untuk pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018.

 

Selaras dengan kebijakan Nasional, pembangunan infrastruktur masih menjadi target pembangunan yang berkelanjutan. Infrastruktur jalan merupakan salah satu prasarana publik paling primer dalam mendukung kegiatan ekonomi suatu negara, dan ketersediaan infrastruktur sangat menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan ekonomi. Infrastruktur merupakan input penting bagi kegiatan produksi dan dapat memengaruhi kegiatan ekonomi dalam berbagai cara baik secara langsung maupun tidak langsung. Infrastruktur tidak hanya merupakan kegiatan produksi yang akan menciptakan output dan kesempatan kerja, namun keberadaan infrastruktur juga memengaruhi efisiensi dan kelancaran kegiatan ekonomi di sektor-sektor lainnya.

 

Menurut Marsuki (2005) dan Sjafrizal (2008) dikatakan bahwa untuk menciptakan dan meningkatkan kegiatan ekonomi diperlukan sarana infrastruktur yang memadai. Ilustrasinya sederhana, seandainya semula tidak ada akses jalan lalu dibuat jalan maka dengan akses tersebut akan meningkatkan aktivitas perekonomian. Fungsi strategis infrastruktur jelas tidak diragukan lagi tanpa pembangunan infrastruktur yang mencukupi, kegiatan investasi pembangunan lainnya seperti kegiatan produksi, jelas tidak akan meningkat secara signifikan. Breheny (1995) (dalam Banister 1995) mengatakan bahwa transportasi memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan daerah dan ekonomi kota dan wilayah.

 

Dengan di usulkannya pembangunan jalan dengan sistem tahun jamak (Multi Years) oleh Bupati Bengkalis Amril Muknin, SE, MM merupakan langkah berani dan positif untuk menuntaskan pembangunan khususnya jalan yang ada dikabupaten Bengkalis Adapun sasaran program Multiyers yang akan dimulai sejak 2018 hingga 2021 mendatang diantaranya, Jalan Ketam Putih-Sekodi (Kecamatan Bengkalis), Jalan Muntai-Bantan Air (Bantan),  Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Jalan Gajah Mada, Jalan Lingkar Barat Duri (Mandau-Pinggir), Jalan Pangkalan Nyirih-Tanjung Medang (Pulau Rupat). Jalan yang akan di bangun tersebut tentunya di harapkan dapat dilaksanakan sehingga dirasakan manfaatnya bagi masyarakat kabupaten Bengkalis baik untuk meningkatkan perekonomian maupun membuka keterisoliran seperti yang banyak di harapkan masyarakat  Kabupaten Bengkalis pada umumnya.

 

Selain hal tersebut banyak manfaat yang akan di rasakan oleh masyarakat diantaranya : melancarkan arus lalu lintas, mempersingkat waktu, dapat memajukan suatu daerah, meningkatkan kualitas ekonomi, memudahkan mobilisasi barang dan jasa, pemerataan pembangunan dan berkeadilan, hemat biaya operasional kendaraan, penyeimbang laju pertumbuhan penduduk, meningkatkan keamanan dunia transportasi. Pembangunan yang berkelanjutan tentu harus dikedepankan oleh pemangku kebijakan, serta harus di dukung oleh semua pihak agar terwujudnya Visi – Misi Bupati Bengkalis yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2016-2021.***