Kapal Penyeberangan Dinilai Tak Layak Pakai, Dishub Berikan Warning
KMP Bahari Nusantara

Kapal Penyeberangan Dinilai Tak Layak Pakai, Dishub Berikan Warning

Laporan : Erwin
 
RiauBerdaulat.com,BENGKALIS -- Sejumlah armada kapal Roro penyeberangan Pakning Bengkalis saat ini dinilai dalam keadaan tidak layak, lantaran fasilitas dan perlengkapan kapal tidak memadai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.

Hal itu seperti yang disampaikan salah seorang pengguna jasa, Rizal kepada wartawan, Rabu  (3/5/2017).

"Kita menilai sejumlah kapal armada penyeberangan Bengkalis Pakning saat ini dalam keadaan tidak layak, karena sejumlah fasilitas seperti AC dalam keadaan rusak dan tak bisa digunakan, hanya KMP Swarna Putri yang masih menjaga kenyamanan penumpang" beber Rizal setelah mengaku menyeberang menggunakan kapal Bahari Nusantara.

Dikatakan Rizal Kapal Bahari Nusantara sudah berbulan - bulan tidak memperbaiki AC yang ada di ruang VIP, sehingga penumpang kepanasan, sementara kursi di luar ruang VIP tidak cukup untuk menampung keseluruhan pengguna jasa.

"Tidak hanya Kapal Bahari Nusantara, sejumlah kapal lainnya seperti Pertiwi juga tidak memiliki AC yang berfungsi, kita minta Dinas Perhubungan menindak tegas pengelola kapal," Kesalnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis Jaafar Arif menanggapi kondisi dan keluhan pengguna jasa penyeberangan, langsung memberikan warning kepada pengelola dan operator armada penyeberangan untuk menjaga pelayanan dan kenyamanan penumpang.

"Kita minta pengelola dan operator kapal tetap menjaga pelayanan yang prima dan kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan, termasuk memperbaiki kerusakan AC, Kursi dan sebagainya, karena itu menjadi kewajiban pengelola," ungkap Jaafar yang juga ketua Pertina Bengkalis ini.

Ditambahkan Jaafar Arief menjelang bulan suci Ramadhan dan musim mudik lebaran tahun ini, pengelola dan operator Armada Kapal penyeberangan Roro Bengkalis - Pakning harus memperbaiki segala kerusakan dan menjaga kenyamanan penumpang.

"Apalagi saat ini sudah mendekati bulan suci Ramadhan dan musim mudik lebaran, pengelola maupun operator kapal harus memberikan pelayanan yang prima sesuai dengan kontrak yang telah disepakati bersama," tegas Jaafar.