Kejati Riau Tetapkan 18 Tersangka Kasus RTH, Mulai dari Mantan Kadis sampai Ketua Pokja ULP
Aspidsus Kejati Riau Sugeng Riyanta

Kejati Riau Tetapkan 18 Tersangka Kasus RTH, Mulai dari Mantan Kadis sampai Ketua Pokja ULP

PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Rabu (8/11/2017) siang, mengumumkan tersangka kasus dugaan Korupsi proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Ahmad Yani (Bekas Kantor PU, red).

Tak tanggung-tanggung kejati riau benar - benar menyapu bersih pihak terlibat,  18 orang resmi berstatus tersangka dalam perkara ini, di mana 13 orang dari pihak Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS), bahkan turut menyeret mantan Kadis Ciptada Riau saat itu, berinisial DAS yang kini menjabat sebagai staf ahli Gubernur Riau.

Sementara lima tersangka lainnya dari pihak swasta. Hal itu diuraikan langsung oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng Riyanta didampingi Kasipenkum Muspidauan di kantor Pidsus Kejati Riau. Mereka ini terjerat Korupsi untuk pembangunan RTH di Jalan Ahmad Yani.

Jumlah tersangka dalam perkara ini tentunya sangat mengejutkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya, karena perkara serupa untuk RTH di Kaca Mayang masih berjalan dan dalam proses penyidikan. Itu sempat disinggung pula oleh Sugeng, seperti dilansir dari GoRiau.com


Adapun inisial 18 tersangka ini antara lain, mantan Kadis Ciptada berinisial DAS, Kabid di Dinas Ciptada (Saat itu, red) berinisial HR (Selaku kuasa pengguna anggaran) dan Z. Lalu Ketua Pokja berinisial IS dan empat anggotanya, yakni RM, DIR, H dan H.

Kemudian tersangka berinisial A selaku ketua tim PHO beserta empat anggotanya berinisial S, A, R dan ET. Sementara lima tersangka lainnya dari pihak swasta berinsial K selaku Direktur PT BRL, tiga orang konsultan pengawas berinisial RZ, RM dan AA, serta seorang lainnya ZJB.

Tidak hanya jumlah tersangkanya saja yang bombastis, saksi-saksi yang turut dimintai keterangannya dalam kasus Korupsi ini juga mencengangkan. Kata Sugeng, ada 52 orang yang diperiksa. Bahkan pihaknya juga menyita alat bukti berupa surat dan dokumen yang jumlahnya banyak.

"Itu mulai dari proses perencanaan, pengadaan, pelaksanaan pengerjaan, hingga proses pembayaran. Dari 18 orang tersangka ini, nanti kita akan bagi menjadi 14 berkas," pungkas mantan Kajari Mukomuko tersebut.