Merasa Ditipu Ratusan Juta Rupiah, Member asal Sungai Pakning akan Polisikan Founder EDRG Indonesia
Grafik coin EDRG milik member atas nama Reza Domo

Merasa Ditipu Ratusan Juta Rupiah, Member asal Sungai Pakning akan Polisikan Founder EDRG Indonesia

Laporan : Tim Redaksi

 

BENGKALIS - Reza Domo (39) Warga Kelurahan Sungai Pakning Kecamatan Bukit  Batu Kabupaten Bengkalis, yang merupakan salah seorang member dari bisnis investasi coin milik komunitas Edinar Coin Gold Indonesian (ECGI) dibawah naungan PT Indragiri Exchanger, merasa ditipu, pasalnya uangnya yang terpendam senilai Rp 250 juta lebih, yang diinvestasikannya dalam bentuk 2111 coin, tidak bisa ditukar kembali.

Sementara per 1 coin yang dia beli dengan ECGI senilai Rp. 150.000,- dan disepakati sebelumnya akan dijual kembali senilai Rp. 120.000,-, namun pihak Founder ECGI saat ini tidak bisa dikonfirmasi kembali terkait proses penukaran coin.

"Hari Senin pekan depan, saya dan beberapa teman member ECGI akan membuat laporan resmi ke Polres Bengkalis, jika sampai hari Ahad tanggal  28 Juni 2020, tidak ada kejelasan dari pihak Founder dan pengelola, kami sudah ditipu dengan total dana milyaran rupiah, dana saya sendiri terpendam sebesar Rp. 250 juta rupiah lebih," pungkas Reza Domo kepada redaksi RiauBerdaulat.com di Sungai Pakning, Jumat (26/6/2020

Kasus Investasi yang diduga bodong dengan penjualan coin yang dilakukan member ECGI Indonesia agaknya akan berbuntut ke proses hukum, sebab member EDRG yang sudah membeli coin dengan nilai Rp150 ribu per-coinnya saat ini tidak dibeli secara tunai oleh pihak pengelola EDRG dibawah naungan PT Indragiri Exchanger.  

Dikatakan Riza pihak pengelola EDRG Indonesia banyak membuat alasan klasik terkait penjualan coin yang dibelinya dari EDRG Indonesia senilai Rp150 ribu per-coin, padahal coin yang dijual sudah disepakati dibeli oleh pihak EDRG senilai Rp120 ribu per-coinya.

"Saya juga ingin menjual kembali coin EDRG saya, yang sudah berjumlah 2111 kepada pihak PT Indragiri Exchanger sebagai pengelola komunitas coin EDRG, tapi pihak perusahaan dan Founder yang saya hubungi tidak menggubrisnya lagi, walaupun sudah saya telpon dan saya kirim pesan berulang lewat Whats app tetap tak digubris," geram Reza.

Oleh sebab itu lanjut Reza, dia dan beberapa rekan member EDRG lainnya, mengundang sejumlah wartawan pada hari Senin tanggal 29 Juni 2020 mendatang, untuk mendampinginya melakulan laporan resmi ke Polres Bengkalis.

"Senin pekan depan akan kita laporkan secara resmi ke Polres, dan saya mengundang kawan kawan wartawan untuk hadir dan memberitakannya, agar Founder maupun jajaran perusahaan PT Indragiri Exchanger diusut tuntas," pungkasnya.

Atas kondisi tersebut, milyaran rupiah uang member dari ribuan anggota komunitas investasi EDRG Indonesia yang dikelola oleh perusahaan PT Indragiri Exchanger, yang sudah dirubah dalam bentuk coin EDRG Indonesia tidak laku dijual kepada komunitas EDRG Indonesia, pihak pengelola perusahaan coin EDRG Indonesia memang membuat alasan kepada member agar, member tidak melakukan penjualan coin EDRG Indonesia tersebut.

Semantara itu, dilansir dari PelitaRiau.com Direktur PT Indragiri Exchanger, Handa Fadila dikonfirmasi wartawan di Inhu Kamis (28/5/2020) lalu mengatakan, kalau pihaknya sedang melakukan negosiasi kepada member yang akan melakukan penjualan coin. "Ada masalah keuangan, kita sudah kasih pemahaman kepada member," ujar Handa Fadila adik kandung dari Inhul Hadi founder EDRG Indonesia ini kemarin.

Hingga saat ini menurut Handa, jumlah member EDRG Indonesian yang berpusat di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, sudah mencapai 3500 member, setiap member membayar selver aplikasinya Rp350 ribu perbulan. "Kami dinaungi oleh empat perusahaan, dan kami saling terhubung dalam memberikan pelayanan kepada member EDRG," jelasnya.