Peninggalan Rumah Kapiten di Pakning Berpotensi Jadi Situs Wisata Sejarah
Rumah Peninggalan Kapiten di Sungai Pakning, Sekretaris Dispabudpora Kabupaten Bengkalis Nirmansyah dan sejumlah tokoh masyarakat memantau bangunan dalam rumah peninggalan kapiten

Peninggalan Rumah Kapiten di Pakning Berpotensi Jadi Situs Wisata Sejarah

Laporan : Erwin

 

RIAUBERDAULAT.COM,SUNGAIPAKNING – Bangunan megah rumah peninggalan Kapiten di jantung kota Sungai Pakning tepatnya Jalan Sudirman Kelurahan Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu berpotensi menjadi situs / objek wisata sejarah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis melalui sekretaris dinas Nirmansyah saat memantau langsung rumah bersejarah peninggalan kapiten tersebut belum lama ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Riau mengenai bangunan lama dan bersejarah peninggalan kapiten di Sungai Pakning ini, dan pihak provinsi juga tertarik untuk melestarikannya menjadi situs objek wisata sejarah,” ungkap Nirmansyah

Bentuk bangunan yang didirikan pada masa penjajahan belanda ini memang terlihat kokoh hingga saat ini, terdiri dari konstruksi yang kuat, mulai dari beton, tiang dan atapnya yang bertuliskan bahasa belanda, menandakan materialnya benar-benar dibangun pada zaman belanda.

“Untuk mengambil data mengenai kapan bangunan ini dibangun serta sejarah yang ada di dalamnya, kita akan konsultasi dan koordinasi dengan pihak keluarga keturunan kapiten ini yang kebetulan cucu cicitnya masih ada di Pakning,” terang Nirmansyah.

Diceritakan Nirmansyah berdasarkan informasi dari masyarakat maupun keluarga Sang Kapiten yang kebetulan warga Tiong Hoa, bahwa rumah megah ini selalu digunakan Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura untuk menginap jika datang ke Bukit Batu.

“Sejarahnya sangat menarik, mulai dari cerita Sultan yang singgah untuk menginap sampai Datuk Laksamana, jadi Insya Allah ke depan Pemkab Bengkalis bersama Pemprov Riau akan melestarikan situs sejarah ini menjadi objek wisata yang tentunya akan dikunjungi oleh banyak wisatawan kususnya ilmuwan sejarah,” sebut Nirmansyah.

Letak rumah kapiten yang berlokasi di tengah kota Sungai Pakning menurut Nirmansyah juga menjadi nilai tambah untuk dilestarikan karena mudah dijangkau oleh pengunjung.