Pertamina RU II Sungai Pakning Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/ AIDS Bagi Remaja

Pertamina RU II Sungai Pakning Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/ AIDS Bagi Remaja

Laporan: Andhika Bugis


Sungai Pakning-Memperingati Bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3), PT. Pertamina RU II Sungai Pakning menggelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba dan HIV/Aids bagi remaja.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Tanggal 25 Febuari 2020 lalu Bertempat di Gedung Bulopa Pertamina, Kamis (27/02/2020).

Kegiatan Sosialisasi ini juga turut dihadiri oleh 100 perwakilan siswa-siswi SMA yang ada di Kecamatan Bukit Batu diantaranya, SMA N 1 Bukit Batu, MAN 2 Bengkalis, SMK N 1 Pelayaran, dan SMK N 2 Penerbangan. Sosialisasi ini diisi oleh pemateri dari Badan Nasional Narkotika (BNN), Miardi, S.Psi serta Konselor HIV Provinsi Riau, dr. Devy Dianny, MKM. Camat Bukit Batu dan beberapa kepala desa juga hadir dalam kegiatan ini.

Kegiatan sosialisasi tersebut memaparkan Dua materi sekaligus yakni, Pencegahan Narkoba dan selanjutnya tentang Pencegahan HIV/Aids. 

"Masalah penyalahgunaan narkoba menjadi perangkap bagi 2,2 % dari total penduduk Indonesia. Mirisnya kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini tidak hanya menjerat public figure, kalangan penegak hukum, dan masyarakat dewasa. Kasus narkoba ini juga merebak di kalangan remaja bahkan anak-anak," kata Miardi Sebagai Penyuluh Narkoba BNN Provinsi.

Menurut Miardi, bahwa kasus narkoba yang menjerat anak-anak hingga remaja semakin mengkhawatirkan sekali.

“Narkoba ini sebagian daerah kita sudah menyerang remaja bahkan anak-anak. Ini juga didorong oleh maraknya perdagangan gelap seperti penyelundupan beberapa jenis narkoba yang masuk di wilayah kita. Kebanyakan dari keluarga mereka enggan untuk melaporkan anggota keluarganya yang sudah menjadi pecandu narkoba karena takut ditangkap. Padahal jika mereka melapor, justru akan kita rehabilitasi agar bisa lepas dari jeratan zat adiktif itu," ujar Miardi.

Sementara itu, yang lebih menarik lagi salah seorang Siswi menanyakan tentang apakah kedepan nanti psikotropika jenis ganja akan dilegalkan di Indonesia sebagai obat-obatan.

Pertanyaan itu di sambut langsung oleh Miardi sebagai penyuluh narkoba bahwasanya isu pelegalan ganja yang sedang hangat di telinga masyarakat ini harus dikaji lebih mendalam. Dikarenakan tidak semua jenis kandungan dalam ganja dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan. 

"Kandungan zat cannabidiol (CBD) pada ganja memang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk keperluan medis. Namun, kandungan ganja yang lain yaitu zat Tetrahidrokanibinol (THC) tetap masuk dalam golongan narkoba jenis III yaitu obat-obatkan terlarang,"jelasnya.

Selain itu, Pertamina RU II Sungai Pakning juga mengadakan sosialisasi pencegahan HIV/Aids bagi kalangan remaja dan peserta lainnya. Sama halnya dengan kasus penyalahgunaan narkoba, kasus HIV/Aids juga menjadi kekhawatiran bagi bangsa Indonesia. Meningkatnya penderita HIV/Aids tiap tahunnya tentunya mendorong Pertamina RU II Sungai Pakning untuk ikut andil dalam memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pencegahan HIV/Aids sejak dini. 

"Kami sangat senang Pertamina adakan sosialisasi yang melibatkan anak-anak muda. Sosialisasi ini sangat membantu kita untuk lebih paham pencegahan narkoba dan HIV/Aids. Apalagi bagi anak-anak remaja seperti kami yang belum mengetahui bahaya dari gaya hidup bebas. Kalau tidak sekarang (diadakan sosialisasi seperti ini), kapan lagi," ungkap salah satu perwakilan siswa dari SMA N 1 Bukit Batu.

Terakhir, pencegahan narkoba dan HIV/Aids yang dilakukan oleh Pertamina RU II Sungai Pakning tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang berarti bagi kaum muda untuk menjadi generasi muda yang dapat menjaga gaya hidup sehat dengan pribadi berbudi luhur," tutup Miardi.