Pertamina RU II Sungai Pakning Manfaatkan Lahan Untuk Budidaya Nenas
Sarasehan Pertamina RU II Pakning Bersama Mitra Binaan dan Stakeholder di Telaga Suri Perdana Pertamina, Rabu (18/10/2107)

Pertamina RU II Sungai Pakning Manfaatkan Lahan Untuk Budidaya Nenas

Laporan : M. Fahmi

 

RIAUBERDAULAT.COM,BUKITBATU - Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pertamina RU II Sungai Pakning memilki komitmen manfaatkan lahan masyarakat untuk budidaya tanaman nenas sebagai sumber daya ekonomi yang berkelanjutan.

"Kita sangat peduli dan berkomitmen dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Bukit Batu dengan memanfaat lahan yang ada untuk dijadikan untuk budidaya tanaman nenas," ujar General Manager (GM) Pertamina RU II Dumai / Sei Pakning Otto Gerentaka dalam acara Sarasehan Bersama Mitra Binaan dan Stakeholder di Telaga Suri Perdana Pertamina, Rabu (18/10/2107).

Selain itu bentuk komitmen lainnya pertamina dalam bentuk kelestarian alam berbasis masyarakat, dan berhaharap gerakan sosilasi ini  dapat dititik berat kan pada aspek kelestarian alam.

Dikatakan juga oleh Otto bahwa Propinsi Riau merupakan wilayah terjadi langganan kebakaran lahan khusunya di kecamatan Bukit Batu kabupaten Bengkalis, hal ini disebabkan oleh jenis tanah gambut dna kurangnya air.

"Pertamina dalam menangani karhutla ini menetapkan zero toleran dan menjadi lahan terbakar  sebagai lahan tambahan salah satunya untuk tanaman nenas, " ujar Otto.

Dijelaskan lagi bahwa untuk budidaya tanaman nenas dilahan gambut  ini sudah dilakukan seluas 2,5 hektar dan saat ini sudah bertambah menjadi 4 hektar di lahan masyarakat di dusun Kampung Jawa Desa Pakning Asal.

"Saat ini masyarakat sudah berpenghasilan sekitar Rp 17 juta perhektar dan hasil nenas ini juga diolah untuk betbagai produk seperti kripik, dodol, sirup dan produk lainnya," ungkapnya lagi.

Dengan adanya berbagai macam hasil olahan makanan ini dari budidaya nenas, dusun Kampung jawa bisa berkembang ketingkat Nasional dan Otto juga  memberikan apresiasi kepada pihak yang trlah mempromosikan Sungai Pakning dalam pengelolaan lahan ini.

"Melalui program ini Pertamina mewujudkan program dan komitmen terhadap kepedulian masyarakar sekitarnya," harapnya lagi.

Dalam acara ini juga hadur Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutana RI Drs.M.R Karliansyah M.S beserta rombongan, Plt Sekda Bengkalis H. Arianto, Camat dan UPIKA Bukit Batu, Kades, Anggita DPRD Bengkalis, Kelompok tani.

Sementara itu Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis H. Arianto menegaskan dalam menjaga  keselarasan antara manusia dengan alam harus dikelola secara profesional dan tidak primitif, dan memperhatikan  perspektif perlindungan lingkungan. 

 

“Saya ingin menegaskan lagi tentang upaya perlindungan lingkungan, kita bukan hanya mengelola dalam arti eksploitasi alam, tetapi harus proporsional, dengan konsep keberlanjutan dan berwawasan lingkungan,” ujar Arianto ketika memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Bersama Mitra Binaan dan Stakeholder di Telaga Suri Perdana Pertamina RU Sei Pakning, Rabu (18/10/2107).

 

Sealain itu kata Sekda ada empat fungsi yang harus diperhatikan dalam mengelola lingkungan dan memiliki arti sangat besar dan bisa dikatakan menentukan hidup manusia, karena fungsi-fungsi alam yang bekerja juga bagi manusia atau sekaligus manusia menjadi bagian dalam alam tersebut. 

 

"Fungsi pertama yakni regulasi, terkait dengan kapasitas ekosistem alam untuk mengatur proses ekologis yang esensial untuk menunjang sistem kehidupan dan sebaliknya juga mempertahankan kesehatan lingkungan dengan menyediakan udara bersih, air dan tanah," kata Sekda

 

Fungsi kedua pembawa/carrier dari alam yang menyediakan ruang dan bahan atau medium yang sesuai untuk aktivitas manusia seperti kebiasaannya, rekreasi dan cocok tanam, selanjutna Fungsi ketiga, fungsi produksi alam yang menyediakan berbagai sumberdaya mulai dari pangan, bahan mentah untuk industri, energi sampai kepada material genetik.

 

"Fungsi keempat, fungsi informasi dimana alam memberi kontribusi kepada manusia untuk kesehatan mental dengan menyediakan kesempatan untuk refleksi, pencerahan spiritual, membangun kognitif dan pengalaman estetika," ujar Sekda.

 

Sekda juga berharap  melalui saresehan lingkungan hidup ini bisa menjadi refleksi bagi semua masarakat dan  kembali perlunya manusia melakukan perubahan perilaku dengan menahan diri dari perbuatan kurang baik untuk menjadi lebih baik. Hal ini juga dapat diimplementasikan dalam menjaga kekayaan, keselarasan dan keindahan alam. Dan yang paling penting aktualisasi kejujuran dalam melihat, mempersepsikan persoalan serta dalam melangkah dengan dan bersama alam. 

 

"Kita harus berupaya sungguh-sungguh melindungi dan memulihkan kelestarian alam dan perlu dorongan partisipasi masyarakat peduli lingkungan yang merubah perilaku masyarakat menjadi perilaku yang ramah lingkungan," harap Sekda.