Relawan Demokrasi KPU Kabupaten Bengkalis Sosialisasi Tentang Pencoblosan
Foto bersama

Relawan Demokrasi KPU Kabupaten Bengkalis Sosialisasi Tentang Pencoblosan

Laporan : Andhika

BENGKALIS - Relawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis Agustiar sosialisasi memberikan pencerahan tentang pemilihan pencoblosan 17 april nanti di Kampung Jawa tepatnya di gedung Balai Pertemuan.  Sabtu (9)03/19)


Agustiar menyampaikan dalam sambutannya bahwa, tata cara pemilihan ada lima diantaranya,  DPRD Kab/Kota warna hijau,  DPR Provinsi warna biru,  DPR RI warna kuning,  DPD RI hiwarna merah  ,  dan presiden warna abu abu. 

Untuk itu masyarakat jangan sampai salah dalam pemilihan pencoblosan pada 17 april nanti,  karena jika salah maka bisa bisa suaranya hangus atau tidak berlaku. 

" Benar,  pencoblosan disesuaikan dengan warna kotak yang telah di sediakan" Terangnya. 


Masyarakat boleh memilih angka, dan boleh juga mencoblos nama calon. Jika yang di coblos partai maka partai lah yang dapat suaranya. 

"Sosialisasi ini sangatlah penting di adakan,  karena untuk pemilihan pencoblosan agar tidak golput,  atau suara yang kita berikan tidak hangus begitu saja"Jelas Agustiar. 


Surat suara pemilihan legislatif nanti khususnya orang tua yang buta huruf atau tuna netra mungkin tidak bisa mengetahui siapa yang akan di pilih nya nanti, pemilihan ini diadakan  dalam lima tahun sekali,  maka gunakan hak suara dengan baik. 


Ada pun syarat-syarat untuk hak pemilih yaitu. Pertama sudah berusia 17 tahun atau lebih, Kedua sudah atau pernah menikah ketiga tidak di cabut hak politik oleh pengadilan, Keempat berdomisili di wilayah administrasi pemilih,  di buktikan dengan E-KTP/surat keterangan dan bukan anggota polri/dan TNI. Karena Polri/TNI tidak ikut memberikan hak suara. 


Agustiar  menyampaikan menyampaikan juga bahwa jangan sampai ada yang  terpengaruh dengan money politik,  atau sering disebut serangan fajar. karena tindakan seperti itu bisa di pidana dan nasib  negara kita berada pada pilihan masyarakat jangan sampai menyesal di kemudian hari. 


Dan lihat kertas ketika saat mencoblos jangan sampai rusak, jika rusak di kembalikan ke KPU. Setelah selesai prncoblosan di bilik suara segera kasi tanda tinta di tangan sebagai bukti pencoblosan.
 
Untuk tuna netra saudaranya tolong dibawa ke TPS untuk mencoblos  agar jangan sampai golput karena sekarang orang gila juga bisa ikut pemilihan. 


Dikatakan juga ketua panitia Sulaiman bahwa", kegiatan sosialisasi ini benar benar didukung masyarakat kami".  Untuk itu masyarakat tidak bingungg lagi ketika berada di bilik suara. 


Harapan kedepanya masyarakat jangan sampai tidak memilih,  salurkanlah hak suaranya."Jelasnya. 


Turut hadir,  Relawan KPU,  Babinkamtibmas,  Tokoh masyarakat,  perwakilan setiap RT dan masyarakat setempat.