Terkait Dualisme Koperasi BBDM, Diskop Bengkalis Dorong Kedua Kubu Islah dan Saling Menahan Diri
Herman Achmad

Terkait Dualisme Koperasi BBDM, Diskop Bengkalis Dorong Kedua Kubu Islah dan Saling Menahan Diri

Laporan : Erwin

 

RIAUBERDAULAT.COM,BENGKALIS – Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Bengkalis mendorong kedua kubu kepengurusan Koperasi Bukit Batu Darul Makmur (BBDM) Sungai Pakning untuk islah dan saling menahan diri.

Hal itu disampaikan Kepala Diskop UMKM Bengkalis Tuah Hasrun Saily melalui Sekretaris Dinas Herman Achmad, untuk menyikapi berlarutnya dualisme kepengurusan koperasi BBDM yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan dengan baik.

“Kita mendorong untuk dilakukannya win – win solution dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di koperasi BBDM Sungai Pakning, jalan terbaik adalah islah dan saling menahan diri. Kedua kubu harus duduk semeja, ini demi menyelamatkan kepentingan ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani di bawah naungan koperasi tersebut,” saran Herman, Jumat (16/3/2018).

Dikatakan Herman yang juga Panglima Muda / Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Bengkalis ini, dalam mencari win – win solution tidak perlu ada pihak yang tersingkir maupun yang menyingkirkan, semua harus bicara atas kepentingan masyarakat yang lebih besar.

“Kita ini berada di daerah yang masih kental budaya melayu, tentu harusnya lebih menjunjung tinggi musyawarah dalam memperoleh mufakat daripada berseteru dan bermusuhan, jadi kita mengimbau kepada kedua kubu untuk saling menahan diri dan tidak mengedepankan ego masing - masing. Sebab jika tidak dilakukan islah dan melebur menjadi satu maka persmasalahan tidak akan kunjung selesai,” pesannya.

Menurut Herman pihak PT Surya Dumai Agrindo (SDA) sebagai perusahaan yang akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang bagi hasil perkebunan plasma sawit dengan masyarakat melalui koperasi, juga tidak berani memutuskan kerjasama jika dualisme kepengurusan masih terjadi tanpa ada kata sepakat.

“Oleh karena itu dalam waktu dekat Dinas Koperasi Bengkalis akan mengundang kedua kubu kepengurusan Koperasi BBDM, untuk duduk semeja. Marilah kita bicarakan dengan baik tanpa harus bersitegang, jika perlu nanti dibentuk kepengurusan transisi yang akan mengakomodir kedua belah kubu. Ini kita lakukan agar dualisme yang terjadi tidak merugikan masyarakat ramai, karena masyarakat sudah lama menanti realisasi bagi hasil dari perkebunan plasma PT SDA itu. Untuk itu kita mengajak kedua kubu untuk berbuat yang terbaik demi masyarakat kecamatan Bukit Batu,” tutur Herman mengakhiri.