Bukan Sekadar Undangan, BBDM dan Kacip Tembaga Bawa Nama Sungai Pakning ke Panggung Internasional

$rows[judul]


Laporan : Andhika

SUNGAI PAKNING – Sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan kembali menghampiri masyarakat Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, Riau. Ketua Koperasi Bukit Batu Darul Makmur (BBDM) Sungai Pakning, Husni Libra, M.Si, bersama Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, mendapat undangan khusus untuk menghadiri perhelatan Pesta Dongeng Purbakala 2026 yang akan berlangsung di Selangor, Malaysia, pada 18–20 Desember 2026 mendatang.

Undangan resmi tertanggal 19 Oktober 2026 tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Dr.H.C Johan Iskandar bin Abdul Karim, selaku pengasas Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu, HQ Selangor, Malaysia.

Dalam surat tersebut, Husni Libra, M.Si secara khusus diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Koperasi BBDM Sungai Pakning. Sosok yang selama ini juga dikenal sebagai salah seorang pembina Rumah Budaya Kacip Tembaga itu dinilai memiliki kedekatan dengan gerakan pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat di kawasan Sungai Pakning.

Pesta Dongeng Purbakala 2026 dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 18.00 waktu Malaysia, bertempat di Dewan Hamzah, Klang, Selangor, serta Pusat Latihan Kenegaraan Meru, Jalan Paip, Selangor.

Kehadiran BBDM bersama Kacip Tembaga diharapkan menjadi jembatan silaturahmi kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Melayu yang tumbuh dan terus dipelihara masyarakat pesisir Riau.

Ridho Fatwandi: Ini Bukan Hanya Kehormatan, tetapi Amanah Kebudayaan

Menanggapi undangan tersebut, Datuk Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga, Ridho Fatwandi, M.Pd, didampingi jajaran pengurus menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.

Menurut Ridho, undangan yang turut diberikan kepada Ketua Koperasi BBDM Husni Libra merupakan sesuatu yang memiliki makna tersendiri. Sebab, selama ini hubungan antara BBDM dan Rumah Budaya Kacip Tembaga bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan, melainkan juga dibangun atas semangat kebersamaan, kepedulian, serta cita-cita memajukan masyarakat dan menjaga warisan budaya.

"Ini bukan sekadar undangan untuk menghadiri sebuah acara di luar negeri. Bagi kami, ini adalah penghormatan terhadap kerja-kerja kebudayaan yang selama ini tumbuh dari masyarakat. Ada nilai persaudaraan, sejarah, identitas, dan warisan leluhur yang harus terus kita jaga," ungkap Ridho, Sabtu (31/10/2026).

Ia menambahkan, kebudayaan Melayu tidak boleh hanya dikenang melalui cerita masa lalu, tetapi harus terus dihidupkan melalui karya, pertunjukan, sastra, seni tradisi, dan keterlibatan generasi muda.

"Kami percaya, kebudayaan tidak mengenal batas negara. Melayu yang tumbuh di Riau memiliki akar sejarah dan ikatan peradaban dengan Melayu di Semenanjung. Karena itu, pertemuan seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan serumpun, saling mengenal, dan saling menghargai warisan nenek moyang," tambahnya.

Ridho juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Johan Iskandar beserta Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu Malaysia yang telah memberikan ruang dan kehormatan kepada masyarakat Sungai Pakning untuk menjadi bagian dari perhelatan tersebut.

BBDM dan Kacip Tembaga, Dua Kekuatan dalam Semangat Kebersamaan

Lebih jauh, keterlibatan Husni Libra sebagai Ketua Koperasi BBDM sekaligus salah seorang pembina Rumah Budaya Kacip Tembaga menjadi gambaran bahwa pembangunan masyarakat tidak semata-mata berbicara tentang ekonomi, tetapi juga menyangkut pelestarian identitas, sejarah, dan kebudayaan.

Koperasi BBDM selama ini hadir sebagai salah satu elemen penggerak ekonomi masyarakat Sungai Pakning. Sementara Rumah Budaya Kacip Tembaga bergerak dalam ruang pelestarian seni, tradisi, dan warisan Melayu.

Keduanya memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi bertemu pada satu tujuan besar, yakni memberikan manfaat dan meninggalkan warisan yang bernilai bagi generasi mendatang.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, Rumah Budaya Kacip Tembaga terus berupaya memperkenalkan seni dan kebudayaan Melayu melalui berbagai kegiatan, termasuk Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana dan partisipasi dalam kegiatan kebudayaan di tingkat nasional maupun internasional.

Jajaran Pengurus Kacip Tembaga Sambut dengan Penuh Syukur

Sejalan dengan pernyataan Datuk Ridho Fatwandi, seluruh jajaran Rumah Budaya Kacip Tembaga turut menyambut baik undangan tersebut.

Adapun jajaran pengurus dan tokoh yang turut memberikan dukungan antara lain:

  1. Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi – Ketua Umum.
  2. Datuk Supriandy, S.Pd – Sekretaris.
  3. Datuk Wawan Irnawan, SE – Bendahara.
  4. Andhika – Timbalan I
  5. Alfero - Timbalan II
  6. Datuk Ridho Fatwandi, M.Pd – Penasehat.
  7. Datuk Epan Arrahman – Penasehat.
  8. Datuk Ibenk Arrekan – Penasehat.
  9. Datuk Zalfandri Zainal, M.Pd (Mat Rock Sejangat) – Pendiri Rumah Budaya Kacip Tembaga.

Bagi keluarga besar Kacip Tembaga, undangan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan bagian dari langkah panjang untuk membawa seni dan tradisi Melayu Sungai Pakning semakin dikenal luas.

Ada kebanggaan tersendiri ketika sebuah gerakan kebudayaan yang berangkat dari daerah, dengan segala keterbatasannya, mendapat ruang untuk hadir di tengah masyarakat serumpun di negeri jiran.

Dari Sungai Pakning untuk Dunia Melayu

Pesta Dongeng Purbakala 2026 di Selangor diharapkan menjadi momentum memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia-Malaysia, khususnya dalam mempertemukan para pelaku seni, budayawan, tokoh masyarakat, serta generasi penerus warisan Melayu.

Bagi Rumah Budaya Kacip Tembaga, perjalanan ke Malaysia bukan semata-mata perjalanan geografis, melainkan perjalanan membawa nama daerah, marwah budaya, dan pesan sejarah dari tanah Melayu Riau.

Sebab, warisan leluhur tidak cukup hanya dibanggakan, tetapi harus dirawat, diperkenalkan, dan diwariskan.

Dari Sungai Pakning, suara Melayu akan terus bergema. Menyeberangi Selat Malaka, menyambung kembali tali persaudaraan serumpun, dan mengingatkan dunia bahwa kebudayaan adalah warisan yang tidak boleh kehilangan generasinya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)