DILEMA PEMBELAJARAN SISWA DIMASA PANDEMI

$rows[judul] Keterangan Gambar : Meli Sartika

PENULIS: MELI SARTIKA

SISWA KELAS XII 

MADRASAH ALIYAH AL-HUDA BENGKALIS

     

PENDAHULUAN

Sejak bulan Maret 2020 Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak covid-19. covid-19 tergolong menjadi virus yang berbahaya karena dengan mudah menular kepada orang lain dan dapat berakibat fatal.oleh karena itu pemerintah mengeluarkan aturan untuk melindungi masyarakat dari covid-19.


Pandemi covid-19 berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal pendidikan.


Pada awal masuknya covid-19 pemerintah meliburkan sekolah selama 2 Minggu untuk mencegah penularan covid-19 yang semakin menambah.

Karena penanganan yang belum dapat optimal dan penderita terus bertambah maka pemerintah memutuskan untuk melanjutkan libur dengan belajar dirumah.


Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan, seluruh proses pembelajaran anak usia sekolah dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh(PJJ) atau daring selama masa darurat covid-19.memang tidak semua anak dapat menjalani secara konsisten pembelajaran daring karena berbagai keterbatasan.misalnya, ketiadaan fasilitas gawai(ponsel,laptop,dan tablet), rendahnya pemahaman tentang media digital, terbatasnya kemampuan membeli pulsa,dan keterbatasan sinyal.Namun,hampir sebagian besar siswa telah merasakan pembelajaran daring.


PEMBAHASAN

1.Permasalahan yang muncul selama belajar daring di era covid-19

Proses pembelajaran daring sebenarnya tidak mudah diberlakukan di Indonesia.dalam proses pelaksanaan nya, banyak keterbatasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan . menurut pengamatan dan refleksi penulis dari berbagai sumber, ada beberapa kendala dalam melaksanakan pembelajaran daring diindonesia.

Pertama,masih banyak guru yang mempunyai keterbatasan dari sisi akses maupun pemanfaatan gawai 

Kedua, kemandirian belajar siswa dirumah tidak dapat sepenuhnya terlaksana dengan baik.

Ketiga, tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan guru membebani siswa.

Ke empat, tidak semua siswa mempunyai gawai (handphone).

Kelima, pembelajaran daring terkendala dengan signal internet yang tidak stabil dan pulsa (kuota data) yang mahal.

2. Hasil belajar yang didapat Akibat pandemi covid-19 banyak sekali dampak-dampak yang di rasakan semua lapisan masyarakat, terutama dunia pendidikan. Maka pemerintah mensiasati dengan di perlakukan pembelajaran daring. Kebijakan ini menjadikan kegiatan belajar mengajar dalam konteks tatap muka dihentikan sementara. Namun begitu banyak peserta didik yang malah kesulitan dalam proses belajar, mereka malah menganggap pembelajaran yang membosankan, tugas-tugas menumpuk, dan materi yang di berikan gurunya justru tidak paham. Sehingga menurunkan hasil belajar peserta didik.


3. Harapan siswa pada penerapan Daring

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan pada saat penerapan Daring agar pembelajaran daring bisa menjadikan lebih baik :


1. Penjelasan materi pembelajaran : siswa berharap para guru tetap memberikan penjelasan mengenai materi pembelajaran. Siswa merekomendasikan penjelasan materi melalui video, mereka merasa materi mudah di terima dan di pahami.


2. Mengikuti trend kemajuan teknologi : siswa berharap para guru mampu mengikuti trend kemajuan teknologi yaitu dengan memanfaatkan aplikasi / sosial media yang sedang di sukai para siswa, dengan begitu siswa merasa lebih antusias, semangat dan tidak mudah bosan.


C. PENUTUP

Negara di dunia, telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Akibat pandemi covid-19 banyak sekali dampak-dampak yang dirasakan, terutama dalam dunia pendidikan. Maka pemerintah mensiasati dengan diperlakukan pembelajaran daring. Namun, tetap saja dalam pelaksanaan nya memiliki tantangan tersendiri. Akan tetapi, Tidak ada pilihan lain selain mengoptimalkan pembelajaran daring, karena dalam kondisi darurat seperti ini, hanya teknologi lah yang menjadi jembatan dalam mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa.


BENGKALIS,28 Juni 2021.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)