Keterangan Gambar : Kepala Dishub Bengkalis Ardiansyah
Bengkalis – Sebuah revolusi sunyi terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Roro Air Putih - Selari Kabupaten Bengkalis.
Atas instruksi Bupati Bengkalis Kasmarni yang juga merupakan visi dan misinya untuk melakukan peningkatan pelayanan terhadap Roro Air Putih - Sei Selari, Dinas Perhubungan Bengkalis mulai melakukan perubahan dari sistem manual ke sistem digitalisasi.
Akhirnya Wajah penyeberangan Lebaran tahun ini berubah drastis—bukan lagi kisah sabar menanti berjam-jam di tengah terik matahari, melainkan cerita tentang ketertiban yang lahir dari gagasan seorang kepala dinas yang berani mengubah kebiasaan lama.

Jika tahun-tahun sebelumnya pemandangan antrean kendaraan roda empat mengular panjang hingga keluar area pelabuhan adalah hal lumrah saat mudik Lebaran, kini semuanya lenyap. Mobil-mobil datang dengan tertib, persis sesuai jadwal yang telah dipesan. Sistem e-tiketing yang digagas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, telah membuktikan dirinya bukan sekadar uji coba—ia adalah solusi.
Perubahan ini terasa begitu kentara di tengah lonjakan mobilitas Idulfitri. Aktivitas pelabuhan yang biasanya identik dengan kepaduan kendaraan dan kepenatan penumpang, tahun ini berubah menjadi arus yang terukur dan manusiawi. Petugas pun leluasa mengatur lalu lintas kendaraan dengan rapi—sebuah kemewahan yang sebelumnya sulit diwujudkan.
Ardiansyah, sang arsitek perubahan, tidak setengah-setengah. Sejak 10 Maret 2026, ia menginstruksikan penerapan sistem pembelian tiket daring melalui aplikasi Trips. Sebuah langkah yang awalnya mungkin dianggap berat, namun kini menuai hasil di luar ekspektasi. Masyarakat bisa memesan tiket dari rumah, memilih jadwal keberangkatan tanpa tekanan, dan datang ke pelabuhan hanya mendekati jam keberangkatan. Tidak ada lagi cerita mengantre sejak subuh hanya untuk mendapatkan tempat.
Ariadi, seorang pengguna jasa penyeberangan, merasakan langsung sentuhan perubahan itu. Wajahnya tak lagi merefleksikan kelelahan seperti musim mudik sebelumnya.
"Alhamdulillah, tahun ini beda. Tidak ada antre panjang seperti dulu. Dengan e-tiketing di aplikasi Trips, kami bisa langsung dapat tiket online dan pilih jadwal sendiri," ujarnya kepada awak media, Kamis (26/3/26).
Bahkan Ariadi berharap sistem ini tidak berhenti sebagai uji coba. Baginya, gagasan Ardiansyah ini layak dijadikan kebijakan permanen demi kenyamanan masyarakat, terutama saat momen krusial seperti arus mudik dan balik Lebaran.
Di balik keberhasilan ini, Ardiansyah menjelaskan bahwa uji coba sistem e-tiketing dijadwalkan berlangsung dari 10 hingga 30 Maret 2026. Namun dengan respons positif yang luar biasa dan potensi lonjakan lanjutan, ia tidak menutup kemungkinan masa uji coba akan diperpanjang demi memastikan sistem bekerja optimal.
"Respon masyarakat sangat positif. Selain mempermudah pembelian tiket, e-tiketing terbukti secara nyata mengurangi kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Air Putih Bengkalis maupun Pelabuhan Sungai Pakning saat lonjakan arus Idulfitri," tegas Ardiansyah.
Namun Ardiansyah tidak berhenti di uji coba. Di balik ketenangan pelabuhan tahun ini, ia telah menyiapkan langkah berikutnya yang lebih besar. Setelah masa uji coba usai, ia berencana melanjutkan penerapan sistem ini melalui kerja sama dengan pihak ketiga pengelola aplikasi Trips. Proses administrasi hingga pengesahan melalui Peraturan Daerah (Perda) sedang digarap—sebuah jaminan bahwa e-tiketing akan menjadi wajah baru penyeberangan Bengkalis secara permanen.
Dengan langkah ini, Ardiansyah tidak hanya menghilangkan antrean. Ia telah mengubah pengalaman mudik masyarakat dari cerita tentang penantian yang melelahkan menjadi cerita tentang kepastian dan kenyamanan. Pelabuhan Bengkalis tahun ini bukan sekadar tempat penyeberangan—ia adalah bukti bahwa satu gagasan berani mampu mengubah segalanya.(WIN)
Tulis Komentar