Kepala DTPHP Bengkalis Tarmidzi Ajak Masyarakat Terus Semangat Berbudidaya Padi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala DTPHP Kabupaten Bengkalis Tarmidzi

BANTAN - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian (DTPHP) Kabupaten Bengkalis Tarmidzi mengimbau kepada seluruh petani agar terus semangat berbudidaya padi, guna memenuhi kebutuhan beras masyarakat.


Demikian disampaikan Tarmidzi, (10/11/2024) di Bengkalis, dia menambahkan sampai tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Bengkalis, baru memenuhi 26 sampai 28 persen kebutuhan baras masyarakat, dalam artian kebutuhan beras untuk masyarakat belum mencukupi.


”Pembangunan bidang pertanian merupakan salah satu prioritas yang akan terus kita kembangkan, sebagaimana misi kita bersama tentunya, untuk dapat mengelola potensi sumber daya alam yang efektif dalam memajukan perekonomian. Hal itu sejalan dengan Visi Misi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar Indonesia mampu swasembada pangan selama lima tahun ke depan," imbau Tarmidzi.


Kemudian, Kepala DTPHP Bengkalis ini mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat menyadari, sektor pertanian berperan strategis dalam pembangunan daerah.

“Apalagi, lahan pertanian padi Desa Mentayan Kecamatan Bantan, maupun yang ada di Kecamatan Siak Kecil, Mandau dan lainnya, tidak hanya sukses dalam produktifitas padi, namun berkat inovasi pemuda dan petani serta stakeholder, lahan pertanian ini juga dapat disulap menjadi agrowisata,” ungkapnya.

Dikatakannya bahwa Program Pemerintah Kabupaten Bengkalis sejalan dengan Program Gubernur Riau yang tertuang di dalam RPJMD Dinas TPHP Provinsi Riau yaitu Riau mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya 50% di tahun 2024. Pencapaian target RPJMD ini dilaksanakan melalui Program Riau Bertani yaitu Bergerak Tanam Padi 2020-2024.

Agar lebih fokus dalam melaksanakan program, membagi kawasan padi kabupaten/kota dalam dua klaster, yaitu Klaster Andalan Riau Bertani yang termasuk di dalamnya Kawasan padi Kecamatan Siakkecil dengan luas lahan 1.291 hektare (Ha) dalam program peningkatan IP dan, Klaster Pengembangan Riau Bertani termasuk ke dalamnya kawasan padi Kecamatan Bantan seluas 518 Ha, untuk kawasan padi Kecamatan Bantan telah dialokasikan kegiatan ektensifikasi seluas 500 Ha.

"Dengan bantuan yang diberikan, pemerintah mengharapkan adanya peningkatan indeks pertanaman (IP) 100 menjadi 200 atau yang biasanya Kecamatan Bantan hanya menanam padi satu kali dalam setahun, tahun 2025 diharapkan adanya peningkatan menjadi 2 kali dalam setahun. Hal ini dilaksanakan agar terjadi peningkatan luas penen dengan bertambahnya luas tanam, sehingga peningkatan produksi dengan mengoptimalkan fungsi lahan dapat diharapkan." Tutupnya.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)