Keterangan Gambar : Kepala UPT Samsat Bengkalis Zulham Putra menggunakan peci bersama Ketua PWI Bengkalis Adi Putra dan rekan wartawan Kamis (6/8/2026).
BENGKALIS – Polemik yang sempat mencuat terkait respons Kepala UPT Samsat (Pengelolaan Pendapatan) Bengkalis, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, terhadap permintaan konfirmasi wartawan akhirnya berakhir dengan langkah klarifikasi dan permintaan maaf secara langsung.
Kamis (6/8/2026), Kepala UPT Samsat Bengkalis, Zulham Putra, mendatangi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, serta sejumlah wartawan untuk menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang disampaikannya melalui pesan WhatsApp sehari sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, Zulham mengakui ucapannya telah menimbulkan kesalahpahaman dan menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers.
“Dengan ini saya, Kepala UPT Samsat (Pengelolaan Pendapatan) Bengkalis, Bapenda Provinsi Riau, Zulham Putra, menyatakan permohonan maaf atas apa yang saya sampaikan melalui pesan WhatsApp,” ujar Zulham.
Ia menegaskan bahwa pesan yang dikirimkan kepada wartawan sama sekali tidak bermaksud merendahkan ataupun melecehkan profesi wartawan.
Menurutnya, saat itu dirinya hanya berharap diberikan waktu untuk mempersiapkan data dan bahan yang diminta media agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat.
“Saya baru dua bulan menjabat sebagai Kepala UPT Samsat. Selama dua bulan ini fokus melakukan evaluasi internal. Wartawan adalah mitra strategis UPT Samsat Bengkalis,” katanya.
Zulham juga berharap hubungan baik antara UPT Samsat Bengkalis dengan insan pers tetap terjalin sehingga informasi pelayanan kepada masyarakat dapat tersampaikan secara maksimal.
Ketua PWI Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, menyambut baik itikad Kepala UPT Samsat Bengkalis yang memilih datang langsung menemui wartawan untuk menyampaikan permohonan maaf.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus menunjukkan komitmen membangun komunikasi yang lebih baik antara pejabat publik dan media.
“Hubungan UPT Samsat Bengkalis selama ini sangat baik. Kami mengapresiasi karena Pak Zulham datang langsung menyampaikan permohonan maaf. Ini menunjukkan adanya niat baik untuk memperbaiki komunikasi ke depan,” ujar Adi Putra.
Ia menegaskan media merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Sebagus apa pun kinerja sebuah instansi, tanpa publikasi tentu masyarakat tidak akan mengetahuinya. Karena itu sinergi pemerintah dengan media harus terus dijaga,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir mendampingi Ketua PWI Bengkalis, TSM Iqbal dari RRI.co.id, Didik Purwanto dari Riauterkini.com, Muhammad Natsir dari Tribun Pekanbaru, pengacara Sukardi serta Indra Jet dari Rakyat45.com.
Sebelumnya, respons Zulham Putra kepada tiga wartawan melalui pesan WhatsApp menuai sorotan. Saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor yang sedang digelar Pemerintah Provinsi Riau selama Agustus 2026, jawaban yang diberikan dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan dan dianggap menutup ruang informasi publik.
Peristiwa tersebut sempat mendapat perhatian dari PWI Bengkalis yang mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi oleh pejabat publik, terutama terkait program pelayanan masyarakat.
Dengan adanya permohonan maaf secara langsung tersebut, polemik yang sempat terjadi diharapkan menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara pejabat publik dan insan pers semakin terbuka, profesional, serta mengedepankan semangat pelayanan informasi kepada masyarakat.(RED)
Tulis Komentar