Kontribusi Besar Trans Literasi Sejahterakan Masyarakat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Dumai, Hj Raja Dona Fitri Illahi SKM MSi.

DUMAI -- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) semakin nyata dalam mengimplementasikan program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sebagai suatu pendekatan pelayanan perpustakaan dengan tujuan melakukan transformasi informasi dan pengetahuan kepada masyarakat agar lebih berdaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. 

         Alhasil, dengan harapan dan komitmen yang sama juga ditunjukkan dari peran stakeholder terkait yang berupaya meningkatkan minat baca masyarakat, sehingga pustaka sebagai salah satu pusat literasi bertransformasi menjadi tempat favorit peserta didik dan masyarakat umum.

       ''Capaian utamanya peningkatan IPLM dan TGM melalui layanan perpustakaan inklusif menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif dan kreatif serta berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Kota Dumai. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas proyek melalui kolaborasi stakeholder pentahelix, sumber daya manusia dan transformasi layanan perpustakaan ke level yang lebih baik dan inklusif,'' demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Dumai, Hj Raja Dona Fitri Illahi SKM MSi.

        Tantangan yang dihadapi diantaranya perbedaan kepentingan dan prioritas yang dapat menyebabkan konflik, komunikasi yang tidak efektif yang menghambat pemahaman dan kolaborasi serta keterbatasan sumber daya seperti waktu dan dana. Koordinasi yang terbangun antar stakeholder melalui Tim Terpadu Trans Literasi didasari dengan komitmen kesepakatan bersama antar stakeholder yang kompleks (Pentahelix) dituangkan dalam SK Tim Terpadu Trans Literasi dan MoU antar OPD terkait, swasta, akademisi, masyarakat dan media.

        ''Alhamdulillah, hasil yang dicapai transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi meningkatkan akses, partisipasi dan literasi bagi semua kalangan. Inisiatif ini mendukung keterampilan, peluang ekonomi kesejahteraan sosial serta memperkuat kesadaran budaya lokal menjadikannya lebih relevan dan mendukung pembangunan sosial berkelanjutan,'' ujarnya yang saat ini menjadi Peserta PKN Tingkat II Angkatan XI Tahun 2024.

         Lebih jauh, kata Kadispersip yang dikenal ramah ini, pelajaran yang bisa dipetik adalah perpustakaan inklusif dapat menjembatani masyarakat menjadi lebih inovatif dalam melihat peluang usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Kota Dumai. Dengan kata lain, literasi meningkat masyarakat hebat. Dan apabila hebat maka sudah tentunya menuju kesejahteraan sehingga terwujudnya masyarakat sejahtera, karena pada akhirnya literasi ini mampu mensejahterakan masyarakat Kota Dumai.

          ''Trans literasi ini didukung sepenuhnya kepala daerah beserta perangkat OPD nya serta stakeholder dan pentahelix yang bersinergi yaitu pemerintah swasta akdemisi masyarakat dan media. Trans literasi berhasil guna dan sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan literasi masyarakat yang menjembatani masyarakat untuk bisa hidup lebih baik dan sejahtera kedepannya. Intinya literasi untuk kesejahteraan dan inilah brandingnya dari inovasi transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi atau trans literasi,'' tukasnya yang akrab disapa Dona Fitri tersebut.   

        Program transformasi layanan berbasis inklusi atau trans literasi dapat menjadi terobosan untuk menjadikan Kota Dumai semakin maju dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah sangat mengapresiasi langkah dan terobosan yang dicetuskan Kepala Dispersip Kota Dumai yang relevansi terhadap peningkatan kinerja perangkat daerah sehingga betul-betul nyata. Tujuan trans literasi tidak sekedar meningkatkan minat baca namun lebih kepada menjembatani masyarakat agar memiliki literasi yang tinggi, sehingga mampu menentukan pilihan sesuai kebutuhannya untuk mandiri berusaha dalam membuka lapangan pekerjaan sendiri yang bertujuan untuk peningkaran kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan hadir sebagai wadah atau ruang terbuka pusat pembelajaran sepanjang masa hingga sampai ke perpustakaan di kecamatan dan kelurahan.

        ''Kata kuncinya adalah literasi untuk kesejahteraan. Komitmen dan sinergisitas seluruh stakeholder baik internal dan eksternal pemerintah dan non pemerintah juga swasta serta akademisi dan komunitas literasi harus berkolaborasi menciptakan ekosistem yang mendukung penuh inovasi ini,'' pungkasnya.

       Dona Fitri Illahi kembali menegaskan bahwa trans literasi adalah suatu inovasi untuk menciptakan perubahan pada pemberian layanan perpustakaan berbasis inklusi untuk menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin pesat di era 4.0 era serba digital ini. Ia berharap, inovasi itu dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan memperkuat perpustakaan sebagai layanan inklusi dengan kolaborasi berbagai pihak.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)