Mahasiswa Kukerta UNRI 2024 di Desa Sampurago Berkolaborasi dengan Posyandu Atasi StuntingLaksanakan Program PMT (Pemberian Makanan Tambahan)

$rows[judul] Keterangan Gambar : Foto bersama di Kantor Desa Sampurago Mahasiswa Kukerta UNRI 2024

KUANTAN SINGINGI - Desa Sampurago, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, merupakan sebuah desa kecil dengan populasi penduduk sekitar 639 jiwa, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan buruh tani. 

Desa ini memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan yang masih perlu ditingkatkan. Tantangan kesehatan utama di desa ini adalah tingginya angka stunting pada anak-anak, yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran orangtua terhadap pola makanan yang  bergizi dan pentingnya nutrisi yang baik bagi anak-anak diusia pertumbuhan.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan pertumbuhan tubuh dan perkembangan otaknya terganggu. Stunting juga dapat dikatakan sebagai keadaaan anak yang yang memiliki gizi kurang dalam waktu yang lama.  Anak yang stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya dan memiliki keterlambatan dalam perkembangan kognitif dan motorik. 

Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak saat ini, tetapi juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup mereka di masa depan. Stunting dapat dipantau sejak umur kehamilan hinggak anak usia 2 tahun . Jika anak mengalami stunting diumur 2-5 tahun kondisi tersebut mjasih dapat di perbaiki. 

Penyebab Stunting yaitu : 

Anak sering demam, batuk dan pilek. 

Kurangnya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, masalah kebersihan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, adanya penyakit penyerta yang dialami anak seperti batuk/TBC, penyakit genetik bawaan serta orangtua yang perekok dapat menyebabkan penyakit bawaan pada anak. 

Mengonsumsi Makanan yang tidak seimbang yaitu seringnya mengonsumsi gula berlebih dan seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung penyedap.  

Untuk Faktor Eksternal seperti faktor Ekonomi Keluarga. 

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Sampurago, yang dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau tahun 2024  bekerja sama dengan Posyandu Harapan Bunda, telah berjalan selama 30 hari. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil guna mengurangi angka stunting di wilayah tersebut. Dalam pelaksanaannya, PMT tidak hanya menyediakan makanan tambahan, tetapi juga melibatkan kegiatan monitoring yang dilakukan oleh pihak posyandu dan kader kesehatan desa.


Foto Kegiatan Stop Stunting di Desa Sampurago, kecamatan Hulu Kuantan 

Dalam kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Interpentasi Percepatan Eliminasi (Stunting) pada 09 Agustus 2024 yang diadakan oleh Posyandu Kecamatan Hulu Kuantan-Kabupaten Kuantan Singingi. 

Dihadiri oleh Kepala Desa Sampurago Bapak Muryadi dan Istri Ibu Yulianis sebagai Ketua PKK. Bidan Desa Ibu Sopiani. Istri Sekretaris Desa Ibu Irmayani. Ketua BPD Ibbayasma. Kaur Umum Ibu Nurjuni Esa. Kaur keuangan Bapak Teddy Nasastra. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ibu-ibu Kader dan Ibu-ibu Pengurus Posyandu Desa Sampurago. 

Dalam kegiatan tersebut yang menjadi pemateri pertama yaitu DOKIP-PKM Lubuk Ambacang dr. Wahyuni Primarantih. Pemateri kedua Promkes PKM- Lubuk Ambacang Etika Fitria serta Ahli Gizi-PKM Lubuk Ambacang Wiwismi. Beliau mengatakan bahwa dalam penilaian seorang anak dikategorikan sebagai stunting dari Z-score yaitu tinggi badan/ umur, berat badan / umur. Pentingnya imunisasi bagi anak-anak sejak dini. Beliau juga mengingatkan  bahwa tidak ada vitamin yang bisa menjamin nafsu makan anak. Oleh karenanya penting bagi Ibu-ibu untuk menjaga pola makan anak dan memastikan anak mengonsumsi makanan gizi seimbang.  

Jumlah penerima manfaat program PMT di Desa Sampurago terdiri dari 3 orang anak dan 1 orang ibu hamil. Monitoring dilakukan setiap 10 hari sekali dengan menimbang anak-anak yang terkena stunting, mencatat data, dan melaporkannya kepada posyandu kecamatan Hulu Kuantan. Siklus menu PMT juga telah diatur dengan menu yang bervariasi setiap 10 hari, sehingga penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan beragam.


Siklus Menu 10 Hari :

Hari ke-1: Puding Lumut Gula Merah

Hari ke-2: Dinsum Ayam Kuah Kacang

Hari ke-3: Perkedel Tempe

Hari ke-4: Steak Singkong

Hari ke-5: Puding Jagung

Hari ke-6: Tahu Pantasi

Hari ke-7: Nugget Ikan

Hari ke-8: Sempol Kentang Ayam

Hari ke-9: Puding Kacang Hijau

Hari ke-10: Bakso Ayam, Tahu, Telur Puyuh.

Program PMT memiliki beberapa manfaat signifikan, antara lain:

Peningkatan Gizi: Dengan memberikan makanan tambahan yang kaya gizi, program ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak dan ibu hamil, sehingga mengurangi risiko stunting.

Pemantauan Kesehatan: Kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin memastikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dipantau dengan baik. Data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk intervensi lebih lanjut jika diperlukan.

Edukasi Gizi: Melalui variasi menu yang disediakan, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi seimbang dan bagaimana mempersiapkan makanan bergizi.

Keterlibatan Komunitas: Partisipasi aktif dari Ibu-Ibu Kader Harapan Bunda dan posyandu lokal menunjukkan bahwa program ini didukung oleh komunitas, meningkatkan keberlanjutan dan efektivitasnya.

Setelah 30 hari pelaksanaan, program PMT di Desa Sampurago menunjukkan hasil yang menggembirakan. Angka anak-anak yang mengalami stunting di desa ini berkurang secara signifikan. Program ini berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara mahasiswa Kukerta Universitas Riau, Posyandu Harapan Bunda, dan komunitas setempat. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan intervensi yang tepat dan keterlibatan semua pihak, masalah stunting dapat diatasi secara efektif.

Program PMT di Desa Sampurago merupakan inisiatif yang penting dalam upaya mengatasi stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak serta ibu hamil. Melalui pemberian makanan tambahan yang bergizi dan kegiatan monitoring yang terstruktur, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Sampurago. Dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk posyandu dan kader kesehatan, sangat penting untuk keberhasilan dari program tersebut.(Rls/Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)