Peduli Seni Budaya Melayu, Manajemen Pertamina Sungai Pakning Turut Diundang ke Malaysia

$rows[judul]


BENGKALIS – Kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Melayu mendapat apresiasi dari kalangan pegiat budaya. Manajemen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Production Sei Pakning turut mendapat undangan dari Panitia Pesta Dongeng Purbakala Selangor, Malaysia, untuk menghadiri agenda kebudayaan yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026 mendatang.

Undangan tersebut diberikan kepada manajemen Pertamina Sungai Pakning sebagaimana undangan yang disampaikan kepada Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, yang direncanakan membawa pertunjukan seni budaya Melayu dalam agenda diplomasi budaya Indonesia–Malaysia tersebut.

Ketua Dewan Pendiri Rumah Budaya Kacip Tembaga, Datuk Zalfandri Zainal, M.Pd., atau yang dikenal dengan nama Mat Rock Sejangat, menyampaikan bahwa undangan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Melayu Riau di negeri serumpun.

Menurutnya, perhatian terhadap seni budaya merupakan hal penting dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Dukungan dan kepedulian berbagai pihak, termasuk dunia usaha, menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.

“Manajemen PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning kami pandang sebagai bagian penting dari lingkungan masyarakat yang memiliki kekayaan seni dan budaya Melayu. Kami menyambut baik adanya undangan dari Panitia Pesta Dongeng Purbakala Selangor, Malaysia, yang ditujukan kepada Pertamina maupun Rumah Budaya Kacip Tembaga,” ujar Mat Rock Sejangat, Rabu (21/10/2026).

Ketua Kacip Tembaga Sampaikan Terima Kasih

Sementara itu, Ketua Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Manager beserta seluruh jajaran PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning atas perhatian dan hubungan baik yang terjalin dengan masyarakat, termasuk kalangan pegiat seni dan budaya.

Menurut Erwin, perhatian terhadap kebudayaan memiliki arti tersendiri bagi komunitas seni yang selama ini berupaya menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan identitas Melayu melalui berbagai kegiatan kreatif.

“Atas nama Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Manager beserta seluruh jajaran PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning. Kami sangat menghargai perhatian dan hubungan baik yang terjalin. Semoga silaturahmi serta sinergi antara dunia usaha dan pegiat seni budaya terus terpelihara demi kemajuan kebudayaan Melayu di daerah kita,” ujar Datuk Erwin Syah Putra.

Ia berharap, momentum undangan ke Malaysia tersebut dapat semakin memperkuat semangat untuk membawa seni budaya Melayu Sungai Pakning dan Kabupaten Bengkalis tampil di tingkat internasional.

Erwin juga menilai pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab seniman dan komunitas kebudayaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan perhatian masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha.

Bawa Musikalisasi dan Teatrikal Syair Datuk Laksamana Raja Di Laut

Dalam agenda kebudayaan tersebut, Rumah Budaya Kacip Tembaga berencana memperkenalkan karya Musikalisasi dan Teatrikal Syair Datuk Laksamana Raja Di Laut, sebuah pertunjukan yang mengangkat nilai sejarah, kepahlawanan, dan identitas budaya Melayu.

Karya tersebut diharapkan menjadi media untuk memperkenalkan khazanah sejarah Melayu Riau kepada masyarakat Malaysia, sekaligus mempererat hubungan kebudayaan antara dua negara yang memiliki kedekatan sejarah dan tradisi serumpun.

Melalui pertunjukan seni, Rumah Budaya Kacip Tembaga ingin menunjukkan bahwa warisan budaya Melayu dapat terus berkembang melalui kreativitas tanpa meninggalkan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Mat Rock Sejangat menambahkan, diplomasi budaya ke Malaysia bukan sekadar agenda pementasan, melainkan ikhtiar memperkenalkan identitas daerah, memperluas jejaring kebudayaan, dan memberikan ruang bagi seniman lokal untuk berkarya di panggung yang lebih luas.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi jembatan kebudayaan yang memperkuat persaudaraan Indonesia dan Malaysia. Seni budaya Melayu harus terus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan agar tetap menjadi kebanggaan generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutupnya.

Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning berharap rencana kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik serta menjadi langkah positif dalam memperkenalkan kekayaan seni budaya Melayu Bengkalis dan Riau di tingkat serantau.(Aldo)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)