Pemuda Desa Sukajadi Pertanyakan Proses Rekruitmen PT SPM, Ini Penjelasan Humas Distrik Bukit Batu

$rows[judul] Keterangan Gambar : Perwakilan pemuda Desa Sukajadi saat mempertanyakan hasil seleksi karyawan PT SPM di distrik Bukit Batu

Laporan : Erwin

BENGKALIS - Sejumlah pemuda Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis mempertanyakan proses rekruitmen karyawan Pengawas Plantation yang dilakukan PT. Sekato Pratama Makmur (SPM) Distrik Bukit Batu tahun 2021.

Pasalnya dari 6 orang yang lulus hasil seleksi hasil rekruitmen tersebut tidak satupun terdapat anak watan Desa Sukajadi, yang notabene sebagai wilayah ring satu wilayah operasional PT SPM Distrik Bukit Batu.

Demikian disampaikan Juru Bicara Pemuda Desa Sukajadi M. Aziz kepada media ini, Jumat (26/2/2021), menurutnya hasil lulus tes tenaga kerja lokal itu, diduga tidak sesuai dengan kriteria dan persyaratan yg ditetapkan perusahaan.

"Direktur PT SPM dan humas distrik tidak tahu sama sekali tentang berjalannya proses recruitmen, mereka terkesan saling lempar tanggung jawab. Mereka yang lulus tidak sesuai kriteria, ada yang di atas 26 tahun umurnya lewat dari persyaratan yang di tetapkan pihak perusahaan, tapi tetap juga lulus," pungkas Aziz.

Dikatakan Aziz pihaknya kecewa dengan managemen PT SPM karena tidak transparan dan tidak memperhatikan putra tempatan.

"Kami sebagai pelamar tidak puas dan sangat kecewa dengan proses rekruitmen yang tidak fair ini. Kami mendesak perusahaan untuk membuka data pelamar yang lulus, jangan ada yang ditutup tutupi lagi," pintanya.

Dipaparkannya adapun pemuda desa Sukajadi yang melamar ada 7 orang yaitu Ariyadi, Nanda Ariyanto, Bayu Mahmuda, Darmawan, Rian, Arsyikind dan M.aziz, namun sangat disayangkan tidak ada satupun yang lulus seleksi akhir.

Sementara itu managemen PT. SPM yang dikonfirmasi melalui Kepala Humas Distrik Bukit Batu Herman membantah tudingan tak transaparannya proses rekruitmen karyawan pengawas plantation.

"Tidak benar, kalau dikatakan proses rekruitmen PT SPM tak transparan, bahkan saat seleksi administrasi yang 100 persen ditangani distrik Bukit Batu, kami berupaya menghubungi calon pelamar yang terdiri dari pemuda dari 9 desa di Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana, kemudian kami sampaikan bagi yang persyaratan administrasinya belum lengkap, kami hubungi yang bersangkutan untuk segera melengkapi, kecuali yang tidak masuk syarat, contohnya pelamar yang berumur di atas 26 tahun, otomatis gugur," jelas Herman.

Setelah seleksi administrasi rampung lanjut Herman, hasil seleksi selanjutnya diserahkan kepada bagian HRD  PT SPM di Perawang dan Pekanbaru untuk menjalankan seleksi selanjutnya.

"Nah dari 67 orang pelamar dari pemuda 9 desa tersebut, yang lulus seleksi akhir hanya 6 orang, sesuai dengan pengumuman awal yang dibutuhkan perusahaan. Dan mereka yang lulus sudah memenuhi syarat kriteria yang dibutuhkan," ungkapnya.

"Jadi, tidak ada istilah permainan atau nepotisme dalam proses rekruitmen tersebut, semuanya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Mereka yang lulus juga berasal dari 9 desa yang ada di wilayah operasional perusahaan dari kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana, tim seleksi akhir dari HRD PT SPM tentunya profesional dalam menyeleksi calon karyawan," tutur Herman.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)