Keterangan Gambar : Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga Ridho Fatwandi, S.Pd saat menerima penghargaan dari Wali Kota Dumai H. Paisal, Senin (27/04/2026).
DUMAI – Di tengah gempuran arus modernisasi yang kerap menggerus nilai-nilai lokal, nama Ridho Fatwandi, S.Pd. menjelma menjadi oase pelestarian seni dan budaya Melayu di Riau Pesisir. Pria yang sehari-hari mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Dumai ini, baru saja menerima penghargaan bergengsi yang menegaskan peran gandanya: sebagai birokrat berprestasi sekaligus seniman budaya yang mendunia.

Penghargaan dari Wali Kota Dumai H. Paisal itu diberikan sempena Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Dumai tahun 2026, pada Senin (27/04/2026), di mana Ridho Fatwandi dinobatkan sebagai ASN Pemerintah Kota Dumai yang berprestasi atas kontribusinya dalam memajukan kebudayaan Melayu melalui berbagai institusi seni maupun sebagai Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengabdian seorang pegawai negeri tak melulu soal administrasi, melainkan juga mampu menggerakkan denyut nadi seni tradisi.
Penghargaan sebelumnya bahkan telah melambungkan nama Riau ke kancah internasional. Pada ajang Helat Pertandingan Zapin Antara Bangsa 2025 tingkat Dewasa yang digelar di Kota Melaka, Malaysia, yang juga dikenal sebagai jantung kebudayaan Melayu Nusantara, Ridho Fatwandi meraih gelar Komposer Gubahan Musik Terbaik. Sertifikat penghargaan tersebut secara sah ia terima sebagai bukti pengakuan dari dunia seni bahwa gubahan zapin dari Riau mampu bersaing di tingkat lintas negara.
"Zapin bukan hanya tarian, ia adalah dialog peradaban. Sebagai putra Riau Pesisir, saya merasa terpanggil untuk terus mencipta dan menggubah, agar generasi muda tahu bahwa kebudayaan Melayu itu hidup, dinamis, dan bisa menjadi pemersatu bangsa serta bangsa serumpun," ujar Ridho saat ditemui.
Menggenggam Dunia dari Riau Pesisir
Ridho Fatwandi yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga—sebuah organisasi yang aktif membina seniman muda di Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis —selama ini konsisten menciptakan karya-karya zapin inovatif tanpa meninggalkan akar tradisi. Keberhasilannya di Melaka bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi cermin bahwa Riau Pesisir memiliki ekosistem seni yang subur.
Apresiasi dari Keluarga Besar Rumah Budaya Kacip Tembaga
Penghargaan yang diraih Ridho Fatwandi pun disambut suka cita oleh pengurus Rumah Budaya Kacip Tembaga. Ketua Umum Erwin Syah Putra, S.Psi. didampingi Datok Sekretaris Supriandy, S.Pd., Datok Bendahara Wawan Irnawan, S.E., dan Datok Timbalan Andhika menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam.
"Kami seluruh keluarga besar Rumah Budaya Kacip Tembaga mengucapkan tahniah setinggi-tingginya kepada Ridho Fatwandi. Beliau adalah teladan bahwa menjadi ASN dan seniman budaya bukanlah pilihan yang saling meniadakan, justru saling menguatkan. Prestasi di Melaka dan apresiasi dari Pemko Dumai ini adalah bukti nyata bahwa pelestarian seni Melayu harus terus didukung dengan sepenuh hati," ujar Erwin Syah Putra.
Semangat Melayu untuk Dunia
Dengan torehan ini, diharapkan lebih banyak generasi muda di Dumai dan Riau Pesisir yang terinspirasi untuk mencintai dan mengembangkan seni zapin. Ridho Fatwandi membuktikan bahwa dari kampung halaman yang tenang, getaran budaya Melayu mampu menggema hingga ke negeri jiran, bahkan meraih pengakuan dunia.
Penghargaan demi penghargaan, gubahan demi gubahan—Ridho Fatwandi bukan hanya komposer, ia adalah nadi pelestari yang menuliskan kembali kejayaan Melayu melalui not-not dan irama zapin. (Tim)
Tulis Komentar