Keterangan Gambar : Pengurus Mesjid Al Hikmah Desa Lubuk Muda dan Pengurus FWBS saat menunjukkan kondisi mesjid kepada Anggota DPR RI Iyeth Bustami, Sabtu (15/08/2026).
SUNGAI PAKNING – Harapan agar Masjid Raya Al Hikmah Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, kembali difungsikan mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Dapil Riau, Iyeth Bustami.

Pengurus Masjid Raya Al Hikmah menemui Iyeth Bustami di sela-sela kegiatan sosialisasi program kerja kedinasan yang digelar di Wisma Pertamina Sungai Pakning, Sabtu (15/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pengurus untuk menyampaikan langsung kondisi rumah ibadah yang telah lebih dari setahun tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap, plafon dan konstruksi bangunan.
Pengurus yang hadir antara lain Ustadz Risman Hambali, ME, Efrizal alias Cik Lepai dan H. Fendri Irawan. Mereka didampingi Ketua Forum Wartawan Bukit Batu dan Siak Kecil (FWBS), Darmayanto, bersama Erwin Syah Putra, S.Psi.
Dalam pertemuan itu, pengurus menyampaikan kebutuhan mendesak untuk melakukan perbaikan agar Masjid Raya Al Hikmah dapat kembali menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Ustadz Risman Hambali mengatakan, pengurus dan masyarakat Desa Lubuk Muda tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Penggalangan dana terus dilakukan, baik dari masyarakat setempat maupun kaum muslimin dan para donatur.
“Kami datang menyampaikan kondisi Masjid Al Hikmah kepada Ibu Iyeth karena ini kebutuhan yang sangat mendesak. Sudah lebih dari setahun jamaah tidak bisa beribadah dengan nyaman di masjid kebanggaan masyarakat Lubuk Muda. Kami terus berikhtiar mengumpulkan donasi, tetapi kebutuhan perbaikannya cukup besar,” ujar Risman, didampingi Efrizal alias Cik Lepai.
Menurutnya, sejumlah pihak telah menunjukkan kepedulian. Bahkan terdapat dukungan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, yakni H. Muhammad Rafee sebesar Rp100 juta pada tahun 2026 dan Febriza Luwu sebesar Rp100 juta pada tahun anggaran 2027.
Namun, dengan kebutuhan perbaikan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta, dukungan dari berbagai pihak masih sangat diperlukan.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Tetapi perjalanan masih panjang. Kami berharap semakin banyak hamba Allah yang tergerak untuk membantu, karena ini bukan hanya persoalan pengurus, melainkan kebutuhan umat. Semoga setiap bantuan menjadi amal jariyah bagi siapa pun yang ikut membangun kembali rumah Allah ini,” tambah Risman.
Menanggapi aspirasi tersebut, Iyeth Bustami menyatakan akan berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Bantuan tersebut, kata dia, dapat diberikan secara pribadi maupun melalui anggaran aspirasi yang memungkinkan pada tahun 2027.
Iyeth juga menilai kondisi Masjid Raya Al Hikmah perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, rumah ibadah merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat dan pembangunannya tidak semestinya hanya menjadi beban pengurus maupun masyarakat setempat.
“Saya kira ini harus menjadi perhatian kita bersama. Masjid ini adalah rumah Allah dan untuk memperbaikinya memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Insya Allah saya akan berusaha membantu sesuai kemampuan saya, baik secara pribadi maupun melalui aspirasi yang memungkinkan pada 2027,” ujar Iyeth.
Ia berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan sehingga masyarakat Desa Lubuk Muda kembali memiliki tempat ibadah yang layak.
Iyeth juga mengapresiasi perjuangan pengurus masjid, masyarakat serta para donatur yang hingga kini terus bergotong royong mengumpulkan dana.
Termasuk kepada anggota DPRD Kabupaten Bengkalis yang telah memberikan dukungan melalui anggaran aspirasi.
“Saya memberikan apresiasi kepada pengurus, masyarakat dan para donatur yang sudah bergotong royong. Saya juga mengapresiasi anggota DPRD Bengkalis yang ikut memberikan perhatian. Ini adalah ranah bersama. Kita sedang menolong agama Allah. Mudah-mudahan semakin banyak yang tergerak untuk membantu dan mengambil bagian dalam amal jariyah ini,” tutur Iyeth.
Ketua FWBS, Darmayanto, yang turut mendampingi pengurus dalam pertemuan tersebut, mengatakan kondisi Masjid Raya Al Hikmah memang membutuhkan perhatian serius.
Menurutnya, selama masjid utama tidak dapat digunakan, jamaah harus memanfaatkan masjid lama yang kapasitasnya tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang beribadah.
“Kita melihat sendiri bagaimana kondisi Masjid Al Hikmah. Kerusakannya cukup berat dan sudah lebih dari setahun tidak bisa digunakan. Sementara jamaah harus pindah ke masjid lama yang kapasitasnya terbatas. Bahkan saat Salat Jumat, jamaah bisa berdesak-desakan. Karena itu kami berharap semakin banyak pihak yang peduli,” kata Darmayanto.
Ia menilai dukungan Iyeth Bustami menjadi tambahan harapan bagi masyarakat Lubuk Muda. Terlebih, Iyeth memiliki hubungan keluarga dan kekerabatan dengan masyarakat Desa Lubuk Muda sehingga diharapkan semakin memahami kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami berharap kepedulian Ibu Iyeth ini menjadi energi baru. Bukan hanya bantuan secara pribadi atau melalui aspirasi, tetapi juga mudah-mudahan bisa membuka pintu kepedulian dari banyak pihak. Kalau semua bergerak bersama, insya Allah kebutuhan Rp800 juta ini bisa kita kejar sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Darmayanto mengajak masyarakat dan kaum muslimin yang memiliki kelapangan rezeki untuk tidak melihat besarnya nominal kebutuhan tersebut sebagai sesuatu yang mustahil.
Sebab, pembangunan kembali Masjid Raya Al Hikmah dapat dilakukan secara bertahap dengan semangat gotong royong.
“Tidak harus menunggu punya uang ratusan juta untuk bersedekah. Seribu, sepuluh ribu, seratus ribu, satu juta atau berapa pun kemampuan kita, kalau dikumpulkan dengan niat karena Allah, insya Allah akan menjadi kekuatan besar. Yang penting jangan biarkan rumah Allah ini terlalu lama dalam keadaan seperti ini,” katanya.
Masjid Raya Al Hikmah selama ini menjadi tempat ibadah masyarakat dari tiga dusun di Desa Lubuk Muda. Karena kerusakan konstruksi yang membahayakan keselamatan jamaah, aktivitas ibadah terpaksa dialihkan.
Kini pengurus dan masyarakat terus mengetuk pintu hati para dermawan. Mereka berharap ada lebih banyak tangan yang terulur sehingga rumah ibadah tersebut dapat kembali berdiri kokoh dan dipenuhi suara azan, lantunan Al-Qur'an, zikir dan doa.
Sebab, membantu membangun kembali rumah Allah bukan sekadar membangun sebuah bangunan. Ia adalah ikhtiar menjaga tempat umat bersujud—dan menjadi kesempatan bagi siapa saja untuk menanam amal yang pahalanya terus mengalir.
Laporan : Erwin Riau El Malay
Tulis Komentar