Putra-Putri dan Seniman Terbaik Riau Tampil di Festival Dongeng Purbakala MalaysiaBawa Nama Riau ke Pentas Internasional

$rows[judul]

Laporan : Andhika Bugis

PEKANBARU Nama Riau kembali berkibar di pentas kebudayaan internasional. Sejumlah putri dan seniman terbaik Riau akan ambil bagian dalam Festival Dongeng Purbakala 2026 yang digelar pada 28–30 Agustus 2026 di Dewan Hamzah, Klang, Selangor, Malaysia.


Kehadiran rombongan seniman Riau dalam agenda tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Riau. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga membawa kekayaan seni, tradisi dan identitas Melayu Riau ke ruang kebudayaan internasional.


Adapun sejumlah nama putra putri dan Seniman Riau terbaik utusan dalam agenda tersebut antara lain Riyan Darmawan, Syed MS, Sulaiman, Pauzul Azmi, M. Aryan, Agus Salim, Ridho Fatwandi, Rehulina dan Nadra.


Festival Dongeng Purbakala 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Agustus 2026, di Dewan Hamzah, Klang, Selangor. Informasi penyelenggara menyebut kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 dan menghadirkan berbagai aktivitas kebudayaan, di antaranya persembahan, pertandingan, kegiatan seni, layang waw, fashion show Melayu, gerai serta program yang berkaitan dengan warisan Melayu.

Keterlibatan seniman Riau dalam festival tersebut semakin istimewa karena keberangkatan dan partisipasi dalam agenda kebudayaan internasional ini mendapat dukungan melalui Dana Indonesia Raya Tahun 2026 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dana Indonesia Raya merupakan program pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan LPDP. Program tahun 2026 diperluas menjadi 12 kategori pendanaan dan ditujukan bagi perseorangan, komunitas/kelompok budaya maupun lembaga kebudayaan.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa karya dan kreativitas pelaku budaya daerah mendapat ruang untuk berkembang, termasuk membuka kesempatan bagi seniman Indonesia untuk memperkenalkan kebudayaan Nusantara di tingkat internasional.

Salah seorang seniman Riau yang terlibat dalam agenda tersebut, Ridho Fatwandi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada para pelaku seni dan budaya.

Ridho yang merupakan putra kelahiran Sungai Pakning dan saat ini berstatus sebagai ASN di Pemerintah Kota Dumai mengatakan bahwa kesempatan tampil dalam agenda kebudayaan di Malaysia merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama baik Riau dan Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Riau yang selama ini terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada para seniman. Terima kasih juga kepada Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesia Raya Tahun 2026 yang telah memberikan ruang dan dukungan kepada kami untuk terus berkarya dan membawa kebudayaan Indonesia ke pentas internasional.” Ungkap Ridho, Kamis (26/08/2026).


Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan untuk keberangkatan atau pelaksanaan kegiatan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kesempatan kepada seniman daerah untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia, termasuk budaya Melayu Riau, memiliki tempat yang penting di dunia internasional.

“Bagi kami, ini bukan hanya tentang tampil di Malaysia. Ada nama Riau dan Indonesia yang kami bawa. Ada budaya Melayu, ada seni tradisi, ada cerita dan identitas yang ingin kami perkenalkan kepada masyarakat luar,” ujarnya.

Ridho juga berharap kesempatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Riau agar tidak malu mengenal dan mencintai budaya sendiri.

“Kita ingin anak-anak muda melihat bahwa seni dan budaya daerah bukan sesuatu yang tertinggal. Justru ketika kita mampu mengemasnya dengan baik, budaya kita bisa tampil sejajar dan mendapat apresiasi di tingkat internasional,” tambahnya.

Ridho, Seniman Riau yang Terus Membawa Budaya ke Pentas Internasional

Keterlibatan Ridho Fatwandi dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai salah seorang pelaku seni dan budaya asal Riau.

Pemerintah Kota Dumai sebelumnya memberikan penghargaan kepada Ridho sebagai salah seorang ASN berprestasi, dengan catatan prestasi sebagai komposer musik terbaik pada pertandingan Zapin Antar Bangsa di Malaka, Malaysia. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Dumai tahun 2026.

Ridho juga tercatat aktif dalam berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan. Dalam sebuah kegiatan kebudayaan di Dumai, ia disebut sebagai pelaku budaya dan turut menjadi narasumber dalam program Museum Masuk Sekolah.

Di Riau sendiri, kiprah Ridho juga terlihat dalam berbagai kegiatan seni Melayu. Salah satunya keterlibatannya dalam musikalisasi dan teatrikal Syair Datuk Laksamana yang digelar Rumah Budaya Kacip Tembaga, dengan Ridho memimpin kekuatan musikal bersama sejumlah musisi lainnya.

Kebanggaan untuk Riau

Keikutsertaan para seniman dan putri Riau dalam Festival Dongeng Purbakala 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau di luar negeri.

Di tengah derasnya arus budaya global, kehadiran mereka membawa pesan bahwa Riau memiliki sumber daya seni dan budaya yang layak diperkenalkan ke dunia.

Dukungan masyarakat, pemerintah dan program pendanaan kebudayaan seperti Dana Indonesia Raya diharapkan dapat terus membuka jalan bagi lebih banyak seniman Riau untuk tampil di berbagai panggung nasional maupun internasional.

Sebab, ketika seniman Riau tampil membawa karya dan tradisinya ke luar negeri, yang ikut tampil bukan hanya seorang seniman.

Ada nama Riau. Ada identitas Melayu. Dan ada Indonesia yang ikut diperkenalkan kepada dunia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)