Keterangan Gambar : Ajang bergengsi Tournamen Sepak Bola Karang Taruna Desa Liang Banir Kecamatan Siak Kecil
Laporan: Andhika
SIAK KECIL-Bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Liang Banir, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis kembali bergemuruh. Sebanyak 32 tim dari tiga kabupaten — Bengkalis, Dumai, dan Siak — resmi berlaga dalam Open Turnamen Sepak Bola Piala Karang Taruna Desa Liang Banir Tahun 2025, yang dibuka secara meriah pada Senin, 2 Juni 2025.
Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp22,5 juta ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Johansyah Syafri, yang hadir mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni.
Dalam sambutannya, Johansyah menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang menurutnya menjadi bukti bahwa program Dana Bermasa benar-benar menyentuh kebutuhan dan semangat masyarakat di akar rumput, termasuk dalam bidang olahraga.
“Bupati Kasmarni sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh pemuda desa seperti ini. Ini adalah bukti nyata bahwa Dana Bermasa bisa diimplementasikan secara kreatif dan bermanfaat. Selain membangun fisik, kita juga membangun mental dan karakter pemuda,” ujar Johansyah di hadapan ratusan penonton yang memadati lapangan.
Turut hadir dalam pembukaan turnamen ini, Camat Siak Kecil, Kapolsek, Sekcam, Forum Kepala Desa se-Kecamatan Siak Kecil, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Sementara itu, Kepala Desa Liang Banir, Afdal, yang juga tuan rumah kegiatan ini, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas antusiasme yang luar biasa dari peserta maupun masyarakat. Ia berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar lagi.
“Semangat gotong royong dan kekompakan pemuda menjadi energi besar bagi desa kami. Dengan Dana Bermasa, kami berani berinovasi. Semoga dari sini lahir pemain-pemain berbakat,” kata Afdal.
Antusiasme juga datang dari kalangan insan olahraga setempat. Tokoh sepak bola muda Siak Kecil, Andika Saputra, menyebut turnamen ini sebagai momentum penting untuk menggali dan menyalurkan bakat-bakat lokal.
“Ini ajang yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda. Semoga tidak hanya seru, tapi juga memunculkan pemain yang nantinya bisa dilirik klub-klub besar di Riau,” ungkap Andika, yang juga merupakan pelatih klub lokal asal Lubuk Muda.
Dengan sistem pertandingan yang ketat dan peserta yang berasal dari berbagai daerah, turnamen ini diyakini akan berlangsung sengit, penuh sportifitas, dan menyedot perhatian publik hingga partai final.
Sebagai informasi, biaya pendaftaran per tim sebesar Rp600.000, dengan batas usia pemain antara 18 hingga 50 tahun. Technical meeting dan undian tim telah dilakukan pada 26 Mei 2025, sementara pendaftaran ditutup pada 24 Mei 2025 lalu.
Tulis Komentar