Tingkatkan Pengetahuan Tentang Budidaya, DKP Riau Latih Pelaku Tambak Udang Vaname di Bengkalis

$rows[judul] Keterangan Gambar : Pelatihan Budidaya Udang Vaname oleh DKP Riau di Bengkalis

BENGKALIS - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Riau menggelar pelatihan peningkatan wawasan manajemen hama, penyakit ikan, dan lingkungan bagi para pelaku tambak udang vaname di Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Kamis (25/3/21).

Kepala DKP provinsi Riau, Herman Mahmud yang diwakili oleh Kabid Budidaya Perikanan, Odor Juliana menyebutkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan, kepada pelaku dan petambak udang di Bengkalis untuk menerapkan cara budidaya yang sehat lingkungan, sehat udang, sehat produksi dan sehat usaha.

Ia menerangkan, kegiatan tersebut juga mendatangkan narasumber dari berbagai instansi, seperti dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. 

"Jumlah peserta pelatihan diikuti 25 orang dari petambak di Kabupaten Bengkalis," kata Odor Juliana, Kamis (25/3/2021) di Bengkalis. 

Odor menambahkan, para peserta sangat antusias mengikuti acara pelatihan tersebut, hal ini dikarenakan materi yang disampaikan oleh narasumber sangat tepat dengan permasalahan yang dihadapi oleh petambak udang vaname di Kabupaten Bengkalis.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan kalau di Kabupaten Bengkalis itu memiliki potensi lahan tambak udang vaname kurang lebih 1.300 hektar. Namun, saat ini yang baru dimanfaatkan baru sekitar 100 hektar.

"Itu sangat potensial untuk pengembangannya, kendalanya memang di petani pembudidaya udang. Kemudian, sama penyakitnya sering menyerang. Dalam rangka meningkatkan kemampuan pembudidayanya itu kita adakanlah acara pelatihan ini," ujarnya.

Kemudian Odor Juliana menyebutkan, pelatihan peningkatan wawasan ini mendapat respon yang sangat luar biasa dari para peserta. Bahkan karena dianggap sangat pentingnya acara tersebut banyak dari dinas kabupaten/kota banyak yang mau mengikutinya untuk meningkatkan keterampilan.

"Kita mendatangkan narasumber dari Jepara, ahlinya penyakit udang air payau, pesertanya juga sangat puas karena langsung ada praktek lapangannya juga. Kita mengharap sekali adanya kegiatan seperti ini untuk tahun-tahun yang akan datang," tutupnya.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)