Dinilai Tidak Beradab, Forum Kades Se-Kecamatan Bukit Batu Minta Pemilihan Karang Taruna Dibatalkan

$rows[judul]

Laporan : Andhika

?BUKIT BATU – Pelaksanaan Temu Karya dan Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan Bukit Batu yang digelar pada Sabtu (18/07/2026) berbuntut panjang. Proses pemilihan tersebut mendapat kecaman keras dari jajaran aparatur pemerintahan desa karena dinilai tidak beradab, tidak transparan, dan sarat akan manipulasi.


?Ketua Forum Kepala Desa se-Kecamatan Bukit Batu yang juga merupakan Kepala Desa Pangkalan Jambi, Datok Novry Jefrika, secara terbuka mengecam keras agenda yang terkesan dipaksakan dan sembunyi-sembunyi tersebut. Menurutnya, proses pemilihan ini telah mencederai etika berorganisasi dan tatanan birokrasi di tingkat desa.

?Datok Novry Jefrika mengungkapkan bahwa panitia diduga sengaja menghadirkan oknum tertentu untuk memanipulasi kuorum kehadiran, tanpa memedulikan legalitas kepengurusan yang sah di tingkat bawah.


?"Kami mengecam keras cara-cara yang tidak beradab seperti ini. Konkritnya terjadi di Desa Pangkalan Jambi, ada yang hadir mengatasnamakan perwakilan Karang Taruna desa kami, padahal mereka tidak mendapat mandat resmi dari Ketua Karang Taruna yang sah, dan tindakan itu sama sekali tanpa sepengetahuan saya selaku kepala desa," ungkap Datok Novry Jefrika dengan nada berang.


?Lebih lanjut, Datok Novry menegaskan bahwa agenda ini sengaja ditutupi dari para pimpinan wilayah setempat. Pihaknya bersama jajaran kepala desa lain merasa dilangkahi oleh pihak penyelenggara.


?"Teman-teman Kepala Desa (Kades) dan Penjabat (Pj) Kades se-Kecamatan Bukit Batu juga sama sekali tidak mengetahui kalau hari Sabtu kemarin ada agenda pemilihan. Kami sangat kecewa dan dengan tegas meminta agar hasil pemilihan ini dibatalkan, serta segera dilakukan pemilihan ulang secara transparan dan sesuai aturan," tuntutnya secara tegas.


?Karang Taruna Desa yang mengaku "ditinggalkan" dalam proses ini di antaranya adalah Ketua Karang Taruna Desa Pangkalan Jambi,  Desa Bukit Batu, Desa Sei Selari, Desa Buruk Bakul dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Sungai Pakning.


?Ketua Karang Taruna Desa Bukit Batu Hukmul Fikri, angkat bicara dan menyampaikan protes senada. Ia menilai tindakan panitia sebagai bentuk pemaksaan kehendak kelompok tertentu.

?"Kami memprotes keras proses pemilihan yang terkesan 'kucing-kucingan' ini. Bagaimana bisa agenda besar tingkat kecamatan diadakan tanpa melibatkan kami yang sah? Ini bukan mencerminkan marwah Karang Taruna, melainkan demi memuluskan kepentingan sepihak," cetus Hukmul.


?Mencederai Nilai Pancasila

?Gelombang penolakan ini kini meluas ke hampir seluruh elemen pemuda di Kecamatan Bukit Batu. Salah seorang tokoh pemuda setempat yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaan mendalam atas rusaknya nilai-nilai demokrasi organisasi pemuda plat merah tersebut.

?"Proses yang tidak baik ini jelas mencederai nilai-nilai Pancasila dan asas kekeluargaan Karang Taruna. Apalah arti sebuah kemenangan dan posisi terpilih jika sejak awal prosesnya sudah memanen sorotan negatif dan mosi tidak percaya dari masyarakat serta pemuda setempat?" ujarnya.


?Sebagai informasi, polemik pemilihan Karang Taruna ini dikabarkan bukan yang pertama terjadi di wilayah pesisir tersebut. Sebelumnya, dinamika serupa yang berujung konflik intern dan saling sindir di media sosial juga sempat pecah di Kecamatan Bandar Laksamana.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)