Jaringan Narkoba Malaysia Dipatahkan, 40.146 Pil Ekstasi dan 16,3 kg Sabu Diamankan!Komitmen Membara Kapolres Bengkalis

$rows[judul]

PEKANBARU — Di balik gemerlap Kota Pekanbaru, aparat kepolisian kembali mengungkap ancaman besar yang menyusup dari perbatasan. Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, di bawah komando AKBP Fahrian Saleh Siregar, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional yang diduga berasal dari Malaysia.


Dua tersangka ditangkap dengan barang bukti fantastis: belasan kilogram sabu dan puluhan ribu pil ekstasi.

Ini bukan sekadar operasi biasa. Ini adalah bukti nyata komitmen tanpa kompromi Kapolres Bengkalis dalam memutus mata rantai narkoba yang mengintai generasi bangsa.

Bermula dari Intelijen di Pelabuhan Tikus

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen yang akurat mengenai adanya pengiriman narkotika melalui jalur tidak resmi di wilayah pesisir Bengkalis.

“Informasi awal menyebutkan akan ada pemasukan narkotika dari Malaysia melalui pelabuhan tikus di Desa Jangkang,” ujar Fahrian tegas, Senin (30/3/2026).

Tim opsnal langsung bergerak. Namun, pada tahap awal, barang yang dicurigai belum ditemukan. Tak kenal menyerah, polisi terus memantau. Perkembangan baru datang pada Sabtu (28/3/2026). Tim menerima informasi bahwa paket haram itu telah bergerak menuju Pekanbaru melalui Pelabuhan Roro Bukit Batu.

“Tim kemudian melakukan penelusuran jalur yang diduga digunakan pelaku menuju Pekanbaru,” tambahnya.

Penyergapan di Gang Sempit Pekanbaru

Puncak operasi terjadi di Jalan Nurdin, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru. Petugas mencurigai dua pria yang mengendarai sepeda motor membawa satu kardus besar dan dua tas ransel. Keduanya sempat berputar-putar di Jalan Sudirman sebelum akhirnya masuk ke sebuah gang.

Saat itulah penyergapan dilakukan. Dua pria berinisial YA dan DPG langsung diamankan. Hasil penggeledahan membuat petugas terkejut.

Dari tangan tersangka, polisi menemukan:

· 7 bungkus sabu dalam satu tas,

· 40.146 butir pil ekstasi,

· 8 bungkus besar sabu tambahan dalam kardus.

“Dari pemeriksaan awal, tersangka DPG berperan sebagai penerima barang yang dibawa dari Bengkalis untuk diedarkan di Pekanbaru,” ungkap AKBP Fahrian.

Uji Laboratorium Pastikan Narkotika Berbahaya

Seluruh barang bukti langsung diuji di laboratorium. Hasilnya memastikan bahwa sabu dan ekstasi tersebut positif mengandung metamfetamin—zat adiktif berbahaya yang kerap merusak masa depan generasi muda.

“Pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi seluruh barang bukti merupakan narkotika jenis sabu dan ekstasi,” tegas Kapolres.

Komitmen Kapolres: Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba

AKBP Fahrian Saleh Siregar, yang dikenal dengan pendekatan tegas terhadap kejahatan lintas batas, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Bengkalis, bahkan hingga ke Pekanbaru.

“Penyidikan tetap berlanjut untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat internasional. Kami akan kejar siapa pun yang terlibat, sampai ke akar-akarnya,” ujarnya dengan nada berapi-api.

Kedua tersangka saat ini diamankan di Mapolres Bengkalis. Ancaman hukuman yang mengintap tidak main-main: mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 6 tahun penjara hingga hukuman mati.

Pengungkapan yang Mengirim Peringatan Keras

Keberhasilan ini menjadi peringatan keras bagi sindikat narkoba yang mencoba menjadikan wilayah Riau sebagai jalur distribusi. Dengan komitmen membara dari jajaran Polres Bengkalis di bawah pimpinan AKBP Fahrian Saleh Siregar, perang melawan narkoba terus digencarkan—tanpa pandang bulu, tanpa kenal lelah.

Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pemasok dan pengendali barang haram tersebut. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya peran sindikat internasional yang selama ini menjadi momok di perbatasan Malaysia-Indonesia.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)