Kebakaran Lahan di Teluk Lancar Masuk Hari Ke 8, Ratusan Hektare Hangus, Warga Teriak Minta Bantuan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Warga dan aparatur Pemerintah Desa Teluk Lancar saat berjibaku memadamkan Api

BENGKALIS,  – Kebakaran lahan dan kebun milik warga di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, masih terus berlangsung hingga hari ke delapan, Kamis (2/4/2026). Luasan area yang terbakar diperkirakan mencapai ratusan hektare, dan api mulai mengancam pemukiman penduduk.


Berdasarkan laporan yang dihimpun, kebakaran pertama kali terjadi sejak pekan lalu. Upaya pemadalan secara swadaya oleh masyarakat setempat terus dilakukan. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang kering serta keterbatasan peralatan membuat warga kewalahan menjinakkan api.


"Kami sudah bergotong royong sejak hari pertama. Tapi api terus meluas. Sekarang sudah memasuki pekarangan rumah warga," ujar Aini salah seorang warga Desa Teluk Lancar, Kamis (2/04/2026)

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, kekhawatiran besar muncul karena sumber air yang terbatas dan tiupan angin yang kerap berubah arah, mempercepat perambatan api ke lahan-lahan yang belum tersentuh.

Warga Kelelahan, Titik Api Semakin Luas

Kondisi di lapangan dikabarkan semakin memprihatinkan. Ratusan hektare lahan perkebunan dan semak belukar telah ludes terbakar. Warga yang berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan pompa air kecil, kini dilaporkan kelelahan.

Sementara itu, titik-titik api justru bertambah banyak dan sulit dijangkau. Tidak adanya sekat kanal atau pembatas lahan yang memadai membuat api dengan mudah merambat ke area lain, termasuk ke lahan perkebunan kelapa sawit milik warga.

"Kami sudah sangat kelelahan. Tanpa bantuan alat berat, kami khawatir seluruh desa bisa ikut terbakar," kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga Mendesak Bantuan Alat Berat

Masyarakat Desa Teluk Lancar secara terbuka meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan instansi terkait. Bantuan yang paling mendesak adalah alat berat seperti ekskavator atau buldoser untuk membuat sekat kanal dan membuka jalur pemisah.

Dengan alat berat, warga berharap penyebaran api dapat dihentikan sebelum mencapai kawasan permukiman yang lebih padat. Selain itu, dukungan personel pemadam kebakaran dan droping air juga dinilai sangat diperlukan mengingat skala kebakaran yang sudah masuk kategori darurat.

"Kami tidak minta banyak. Satu alat berat saja untuk membuat sekat. Itu sudah sangat berarti. Kami mohon Bupati Bengkalis segera turun tangan," ujar perwakilan warga.


Kebakaran lahan di wilayah Riau memang kerap terjadi pada musim kemarau. Namun, kejadian di Desa Teluk Lancar ini dinilai lebih serius karena api telah menyentuh area pemukiman. Para petani dan pemilik kebun kini hanya bisa pasrah melihat tanaman mereka yang menjadi sumber penghidupan turut dilahap api.

Sinergi Warga dan Pemerintah Diperlukan

Masyarakat Desa Teluk Lancar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemadaman secara sukarela. Namun mereka menegaskan, tanpa intervensi cepat pemerintah, kebakaran ini dipastikan akan sulit dikendalikan.

"Kami berharap penanganan kebakaran ini bisa dilakukan secara maksimal. Jangan sampai api semakin meluas dan menimbulkan korban yang lebih besar," pungkas seorang warga.

Camat Bantan Aulia Fikri, S.Sos, M.Si dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut, dan mengatakan pihaknya sudah meminta Damkar, BPBD dan Satpol PP untuk membantu melakukan pemadaman.

"Sudah kita tindaklanjuti ke kabupaten, kemaren sudah turun BPBD dibantu satpol PP, dan juga 1 unit helikopter yg ikut bantu memadamkan. Kita berharap Api segera berhenti, mohon dukungan semua pihak," Tutur Camat Bantan.

Hingga berita ini diturunkan, api masih terus membakar lahan di Desa Teluk Lancar, dan asap pekat mulai mengganggu aktivitas warga serta kesehatan anak-anak dan lansia.(Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)