Keterangan Gambar : Tim Humas PT Riau Petroleum Eric bersama Ketua Rumah Budaya Kacip Tembaga Erwin.
PEKANBARU, RIAU – PT Riau Petroleum (Perseroda) Provinsi Riau turut mendapat undangan dari Panitia Pesta Dongeng Purbakala Selangor, Malaysia, sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan dukungannya yang konsisten terhadap kegiatan seni budaya Melayu bersama Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis.
Undangan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia sekaligus mengapresiasi pihak-pihak yang berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan kegiatan seni dan budaya Melayu.
Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi., mengatakan bahwa PT Riau Petroleum selama ini telah menunjukkan kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung agenda kebudayaan yang dilaksanakan komunitasnya.
Menurut Erwin, dukungan tersebut antara lain terlihat dalam pelaksanaan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana di Sungai Pakning serta pendampingan terhadap tim kontingen Rumah Budaya Kacip Tembaga dalam kegiatan Kenduri Seni Melayu Kota Batam Tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada PT Riau Petroleum (Perseroda) Provinsi Riau yang selama ini telah menjadi mitra dalam perjalanan Rumah Budaya Kacip Tembaga. Dukungan dan pendampingan yang diberikan terhadap kegiatan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana maupun keikutsertaan kontingen kami pada Kenduri Seni Melayu Kota Batam 2026 menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan dan memperkenalkan seni budaya Melayu,” ujar Erwin, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai, keberlanjutan kemitraan antara lembaga usaha dan komunitas kebudayaan sangat diperlukan agar kegiatan seni tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi juga mampu membangun ekosistem kebudayaan yang memberi manfaat bagi seniman dan masyarakat.
Menurutnya, undangan dari Panitia Pesta Dongeng Purbakala Selangor, Malaysia, menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama kebudayaan serta memperkenalkan kontribusi berbagai pihak dalam menjaga warisan Melayu.
Erwin menjelaskan bahwa Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana merupakan salah satu agenda Rumah Budaya Kacip Tembaga untuk menjaga tradisi, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat identitas budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, partisipasi dalam Kenduri Seni Melayu Kota Batam Tahun 2026 menjadi kesempatan bagi para seniman untuk memperluas pengalaman, membangun jejaring, serta menampilkan karya di ruang kebudayaan yang lebih luas.
Ia berharap kemitraan dengan PT Riau Petroleum dapat terus terjalin dan berkembang, sehingga semakin banyak kegiatan yang mampu menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan kapasitas seniman lokal.
“Bagi kami, kemitraan bukan semata-mata soal dukungan terhadap sebuah kegiatan, melainkan juga tentang kepercayaan, kebersamaan, dan komitmen untuk menjaga warisan leluhur. Kami berharap hubungan baik ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi perkembangan seni budaya Melayu di Riau,” tambahnya.
Sementara itu, dari pihak manajemen PT Riau Petroleum (Perseroda), tanggapan terkait undangan Panitia Pesta Dongeng Purbakala Selangor, Malaysia, disampaikan melalui Humas Erik.
"Kami menyambut positif kegiatan dalam rangka pengembangan Seni Budaya Melayu, termasuk beberapa kegiatan bersama Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning. Kita juga mengapresiasi panitia pelaksana Pesta Dongeng Purbakala dari Malaysia yang turut mengundang PT Riau Petroleum, semoga momen ini menjadi perekat Seni Budaya Melayu Serumpun," Katanya.
Keterlibatan PT Riau Petroleum dalam kegiatan kebudayaan bersama Rumah Budaya Kacip Tembaga menjadi bagian dari hubungan antara dunia usaha dan komunitas seni dalam mendukung pelestarian warisan budaya daerah.
Rumah Budaya Kacip Tembaga berharap undangan ke Selangor tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Melayu Riau kepada masyarakat Malaysia.
Pesta Dongeng Purbakala di Selangor, Malaysia, diharapkan menjadi ruang pertemuan dan pertukaran budaya yang mempererat hubungan masyarakat serumpun. Bagi Rumah Budaya Kacip Tembaga, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membawa nama Sungai Pakning dan Kabupaten Bengkalis ke tingkat internasional melalui kegiatan seni budaya.
Erwin menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk komunitas seni, pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha.
“Kami ingin seni budaya Melayu terus berkembang dan dikenal lebih luas. Dengan kebersamaan dan kemitraan yang baik, warisan budaya kita dapat terus hidup, menjadi kebanggaan masyarakat, serta diwariskan kepada generasi mendatang,” tutupnya.
Melalui agenda tersebut, Rumah Budaya Kacip Tembaga berharap hubungan kebudayaan Indonesia–Malaysia semakin erat dan kemitraan dengan berbagai pihak dapat terus memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas serta pelestarian tradisi Melayu.(Aldo)
Tulis Komentar