Keterangan Gambar : Foto bersama
SIAK KECIL – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara perpisahan memasuki masa purna tugas periodesasi kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kecamatan Siak Kecil ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan pengabdian, sekaligus menyampaikan penghargaan kepada para kepala sekolah yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya.

Bukan sekadar seremoni perpisahan, kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan ketulusan para pendidik yang selama ini telah mengambil bagian penting dalam memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Siak Kecil.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Siswi SMPN 3 Siak Kecil, Adelia, doa, serta sambutan dari Ketua K3S, Ketua MKKS, dan Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Pendidikan Siak Kecil. Suasana semakin menyentuh ketika para peserta menyampaikan kesan dan pesan, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada delapan kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas periodesasi.
Adapun delapan kepala sekolah tersebut terdiri atas lima kepala sekolah tingkat SD, yakni Ismail Saleh, S.Pd., Muridi, S.Pd., Muhammad Nur, S.Pd., Shahihu Aini, S.Pd., M.M., dan Dery Susanti Putri, S.Pd. Sementara dari tingkat SMP, terdapat tiga kepala sekolah, yakni Katwadi, S.Pd., Sidik, S.Pd., dan Rusiono, S.Pd.
Dalam sambutannya, Koordinator Wilayah Kecamatan Siak Kecil, Katwadi, S.Pd., menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kepala sekolah atas dedikasi, pengabdian, serta kerja keras selama mengemban amanah kepemimpinan di satuan pendidikan masing-masing.
Menurutnya, menjadi kepala sekolah bukanlah tugas yang ringan. Ada tanggung jawab besar dalam memimpin, membina guru, mengembangkan potensi peserta didik, serta menjaga mutu dan kemajuan pendidikan. Dalam perjalanan tersebut, berbagai tantangan, dinamika, dan pengorbanan telah dilalui, termasuk hal-hal yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi memiliki arti besar bagi perkembangan sekolah.
Ia menegaskan, berakhirnya satu periode kepemimpinan tidak berarti berakhir pula pengabdian di dunia pendidikan.
“Hari ini bukanlah akhir dari pengabdian. Hari ini adalah penanda berakhirnya satu periode kepemimpinan, sekaligus awal dari babak pengabdian yang berbeda,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum perpisahan tersebut.
Katwadi juga mengungkapkan rasa syukur karena para kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas periodesasi tetap melanjutkan pengabdian sebagai guru aktif. Dengan demikian, pengalaman, ilmu pengetahuan, keteladanan, dan nilai-nilai kepemimpinan yang telah diperoleh selama menjabat dapat terus diwariskan kepada peserta didik maupun dibagikan kepada rekan sejawat.
Baginya, pengalaman memimpin sekolah merupakan bagian berharga dari perjalanan seorang pendidik. Pengalaman tersebut tidak berhenti ketika jabatan berakhir, tetapi tetap hidup melalui nasihat, keteladanan, dan ilmu yang dibagikan kepada generasi penerus.
Pesan itu seolah mengingatkan seluruh insan pendidikan bahwa jabatan hanyalah amanah yang memiliki batas waktu, sedangkan nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan seorang pendidik dapat terus tumbuh jauh melampaui masa jabatannya.
Dalam kesempatan tersebut, suasana keakraban juga terasa melalui ungkapan pantun sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian para kepala sekolah.
Pantun tersebut menjadi simbol ketulusan dan rasa hormat keluarga besar pendidikan Siak Kecil kepada para kepala sekolah yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran, serta pengabdian bagi kemajuan pendidikan.
Momentum perpisahan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh kepala sekolah dan guru bahwa setiap amanah memiliki masanya, setiap jabatan mempunyai batasnya, tetapi kebaikan dan pengabdian akan terus hidup melalui jejak yang ditinggalkan.
Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang pendidik tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, melainkan juga dari seberapa besar ilmu, keteladanan, dan manfaat yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Acara ditutup dengan bersalam-salaman, ramah tamah, dan hiburan. Di balik jabat tangan serta senyum yang mengiringi perpisahan, tersimpan penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
Bagi keluarga besar pendidikan Kecamatan Siak Kecil, hari itu bukanlah tentang kehilangan seorang pemimpin, melainkan tentang merayakan pengabdian dan meneruskan semangat untuk terus berkarya.
Jabatan boleh berganti, masa kepemimpinan boleh berakhir, tetapi pengabdian seorang guru akan selalu menemukan jalannya untuk tetap berarti.(Win)
Tulis Komentar