Resmi Dikukuhkan, 25 Paskibraka Bukit Batu Siap Menggenggam Amanah Sakral di HUT RI Ke-81

$rows[judul] Keterangan Gambar : Camat Bukit Batu Acil Esyno, S.STP, M.Si mengukuhkan Paskibraka Bukit Batu 2026

Bukit Batu, 16 Agustus 2026 – Mentari sore mulai merambat di ufuk barat saat 25 pasang kaki muda itu melangkah serempak memasuki Gedung Serba Guna Bujang Kelana. Hari itu, mereka bukan lagi sekadar pelajar. Mereka adalah harapan.


Dalam balutan seragam putih yang bersih mencolok, detik itu pula, 25 putra-putri terbaik Bukit Batu resmi disematkan tanda kehormatan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Bukan sekadar nama, itu adalah amanat yang akan mereka genggam erat untuk dikibarkan ke langit pada 17 Agustus 2026 besok. Tepat di HUT ke-81 RI, mereka akan menjadi saksi sekaligus pemeran utama dalam momen sakral kebangsaan.


Prosesi pengukuhan berjalan dengan hening yang megah. Tapi di balik setiap tubuh tegap itu, tersimpan cerita perjuangan yang tak terlihat mata. Selama berminggu-minggu, keringat bercampur debu latihan mewarnai hari-hari mereka. Dari pekikan komando yang menggetarkan hingga latihan fisik yang menguras tenaga, mereka ditempa. Bukan hanya agar barisan tampak rapi, tetapi agar jiwa mereka terpatri dengan disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air yang tak tergoyahkan.

“Mereka datang dari berbagai sekolah, dengan mimpi yang berbeda. Tapi di sini, mereka berubah menjadi satu: sebuah keluarga kecil yang siap mengibarkan harga diri kecamatan,” ujar salah satu pembina dengan mata berbinar, menyaksikan anak asuhnya yang kini menjelma menjadi pribadi-pribadi tangguh.

Ada satu momen yang tak terlupakan. Ketika Camat Bukit Batu, Acil Esyno, berdiri di hadapan mereka. Dengan suara lantang namun bergetar oleh rasa bangga, ia berpesan:

“Anak-anakku, bendera yang akan kalian kibarkan bukanlah kain biasa. Itu adalah nyawa para pahlawan. Kibarkan dengan dada yang membusung, tapi hati yang rendah. Tunjukkan pada Indonesia bahwa pemuda Bukit Batu tidak pernah tidur dalam menjaga kehormatan bangsa.” kata Acil Esyno.

Ucapan itu sontak membungkam ruangan. Beberapa orang tua yang duduk di kursi VIP tak kuasa mengusap sudut mata. Melihat buah hati mereka yang dulu masih bermain tanah, kini berdiri gagah menyandang tanggung jawab sebesar ini, adalah hadiah kemerdekaan yang paling berharga bagi mereka.

Di sela-sela acara, salah satu anggota Paskibraka, seorang gadis bertubuh mungil namun bertekad baja, berbagi kesan. “Awalnya saya hampir menyerah, kak. Tapi setiap kali bayangan bendera itu berkibar, saya ingat pesan almarhum kakek, ’Jaga selalu merah putihmu’,” katanya, menahan air mata haru yang mulai menggenang.

Kini, hitungan mundur menuju 17 Agustus telah dimulai. 25 pasang mata itu akan menatap tegak ke tiang bendera. Langit Bukit Batu akan menjadi saksi, bahwa semangat ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ tidak hanya tertulis di baliho, tetapi hidup dalam denyut nadi pemudanya.

Dirgahayu Indonesiaku. Dari Bukit Batu untuk Indonesia.(Win)


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)