Keterangan Gambar : Camat Siak Kecil Nicky Hatman Ramdani, Camat Bukit Batu Acil Esyno, dan Camat Bandar Laksamana Risky Afriandi.
Laporan : Andhika Bugis
BUKIT BATU – Dukungan terhadap Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) 2026 terus mengalir. Tiga camat di wilayah Gerbang Laksamana—Camat Bukit Batu Acil Esyno, S.STP., M.Si.; Camat Siak Kecil Nicky Hotman Ramdani, S.E.; dan Camat Bandar Laksamana Risky Afriandi, S.STP., M.Si.—menegaskan dukungan penuh terhadap agenda yang digagas Forum Wartawan Bukit Batu, Bandar Laksamana dan Siak Kecil (FWBS) tersebut. Mereka juga mengajak semua pihak memberikan dukungan moril maupun materil, terutama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tiga kecamatan itu.
Dukungan itu mengemuka setelah panitia FHBN menggelar rapat koordinasi bersama unsur pimpinan kecamatan dan perwakilan perusahaan di Aula Lantai I Kantor Camat Bukit Batu, Kamis (22/10/2026). FHBN dijadwalkan berlangsung 18–20 Desember 2026 di halaman Kantor Camat Bukit Batu. Rapat itu menjadi langkah penting mematangkan persiapan festival yang diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai suku, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Camat Bukit Batu Acil Esyno menyebut FHBN bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, festival itu adalah rumah bersama bagi masyarakat Gerbang Laksamana untuk saling mengenal dan menghargai.
“Kami mendukung penuh FHBN. Festival ini bukan sekadar panggung hiburan, tetapi rumah bersama bagi semua suku yang ada di Gerbang Laksamana. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak—pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, dan terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah tiga kecamatan—untuk memberikan dukungan moril maupun materil. Bantuan itu bukan beban, melainkan investasi sosial untuk merawat kedamaian dan persaudaraan,” ujar Acil Esyno, Sabtu (24/10/2026).
Senada, Camat Siak Kecil Nicky Hotman Ramdani menegaskan persatuan tidak cukup disampaikan lewat slogan. Menurutnya, persatuan harus dirawat melalui perjumpaan, dialog, dan kegiatan yang membawa manfaat bersama. FHBN dinilai menjadi ruang tepat untuk mewujudkan itu.
“Persatuan tidak cukup ditulis di spanduk. Ia harus dirawat dalam perjumpaan. FHBN memberi ruang itu. Saya mengajak perusahaan-perusahaan di Siak Kecil, Bukit Batu, dan Bandar Laksamana untuk ikut mengambil bagian. Dukungan moril dan materil akan sangat berarti bagi masyarakat. Ini bukan sekadar membantu acara, tetapi ikut menjaga hubungan baik antara dunia usaha dan masyarakat,” kata Nicky.
Sementara Camat Bandar Laksamana Risky Afriandi menekankan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan. Dalam rakor, Camat Bandar Laksamana diwakili Sekretaris Camat Rahmadhani. Namun dukungan terhadap FHBN disampaikan secara tegas.
“Keberhasilan festival ini sangat bergantung pada kolaborasi. Kami mendukung penuh dan mengajak dunia usaha untuk turut serta. Bantu panitia, bantu masyarakat. Sebab yang kita rawat bukan hanya acara tiga hari, tetapi masa depan hubungan antarsuku dan antargenerasi di daerah ini,” ujar Risky.
Ketua Panitia FHBN Andi Paris menyambut baik dukungan tiga camat. Ia menegaskan panitia tidak mungkin bekerja sendiri. Menurutnya, FHBN membutuhkan gotong royong dari pemerintah, perusahaan, tokoh adat, komunitas budaya, pemuda, dan masyarakat.
“Dukungan tiga camat ini menjadi energi moral bagi panitia. Kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini dapat ikut menjadi bagian dari sejarah baik ini. Sebab yang ingin kami bangun bukan hanya acara selama tiga hari, tetapi kenangan dan semangat persaudaraan yang bertahan jauh setelah festival berakhir,” kata Andi Paris.
Ketua FWBS Darmayanto menambahkan, harmoni tidak berarti semua orang harus sama. Harmoni justru lahir ketika perbedaan dirawat dengan saling menghormati. Ia berharap FHBN menjadi momentum memperkuat hubungan pemerintah, dunia usaha, insan pers, komunitas adat, pelaku seni, dan masyarakat.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning, PT BSP, PT SSS, PT PJM, PT BRK Syariah, PT Patra Jasa, PT Sapu Jagad, PT Bukit Intan, Hotel Haston, Wisma Wisata Loka Liang, Sekretaris AWAM Zulhan Juni Nurdin, Ketua Rumah Budaya Kacip Tembaga Erwin Syah Putra, serta Bea Cukai Sungai Pakning. Kehadiran mereka menjadi tanda awal bahwa festival ini tidak berjalan sendirian.
Panitia juga tengah mematangkan rangkaian pertunjukan seni budaya, keterlibatan paguyuban dan komunitas, pemberdayaan UMKM, hingga dukungan sarana dan prasarana. FHBN diharapkan bukan hanya meriah, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan bagi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Di tengah perbedaan bahasa, adat, dan tradisi, FHBN membawa pesan sederhana: berbeda suku, berbeda budaya, tetapi tetap satu keluarga dalam bingkai Nusantara. Karena itu, dukungan semua pihak—terutama dunia usaha yang beroperasi di Gerbang Laksamana—bukan hanya diminta, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk merawat persaudaraan dan mewariskan keharmonisan kepada generasi mendatang.***
Tulis Komentar