Plt Kepala Disdik Bengkalis Edi Sakura saat diwawancarai sejumlah wartawan

Soal Dugaan Buku Siluman, Disdik Bantah Perintahkan Jual Beli

Laporan : Rizal El Ramli

RiauBerdaulat.com,BENGKALIS - Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, membantah mengkoordinir apalagi memerintahkan pihak sekolah untuk membeli buku "Stop Kekerasan Terhadap Anak", seperti informasi berkembang di sejumlah media massa. 

Penjualan buku "siluman" itu menjadi informasi center di Bengkalis karena mahal dan terkesan pihak sekolah dipaksakan membeli. 

Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Bengkalis, Edi Sakura mengatakan, pada perinsipnya siapa pun diperbolehkan menjual buku ke sekolah. Hanya saja, untuk membeli atau tidak tergantung pihak sekolah. 

"Pada perinsipnya, siapa pun dibenarkan menjual buku ke sekolah, silakan. Selagi buku itu dibutuhkan oleh sekolah, kalau sekolah tidak butuh buku pasti dia tidak beli,"ungkap Edi, Selasa (2/5/2017) usai mengikuti upacara Hardiknas 2017, di Lapangan Tugu Bengkalis. 

Pihak sekolah, imbuh Edi, memiliki kewenangan membeli buku untuk keperluan sekolah. Soal mahal atau tidaknya sebuah buku, kewenangannya pun ada pada sekolah.

"Masalah hargapun kalau terlalu mahal, sekolah yang punya kewenangan. Yang jelas  tidak ada di koordinir oleh dinas pendidikan apalagi perintah,"pungkasnya.