Bekali Peserta Strategi Lolos Beasiswa dari Nol hingga Siap Mendaftar
Jakarta, 4 Juli 2026 – Aksi Project sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Road to LPDP 2026: Roadmap Persiapan LPDP dari Nol Hingga Siap Mendaftar” pada Sabtu (4/7) melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi persiapan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), mulai dari tahap awal hingga siap menghadapi proses seleksi.
Gambar 1. Poster Webinar Road to LPDP 2026: Roadmap Persiapan LPDP dari Nol Hingga Siap Mendaftar yang diselenggarakan oleh Aksi Project pada Sabtu, 4 Juli 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
Webinar menghadirkan dua narasumber yang merupakan Awardee LPDP, yaitu Dwi Arizna Arofah, S.P., M.Si., Awardee LPDP Magister dan Doktoral Dalam Negeri, serta Dina Aprianti, S.Pd., M.Sc., Awardee LPDP Magister Luar Negeri. Kegiatan dipandu oleh Zikri Hamidi, S.Hut., M.Si., Awardee LPDP Doktoral Daerah Afirmasi.
Acara diawali dengan sambutan oleh Muhammad Alfikri, S.E., M.Si., Co-Founder Aksi Project. Dalam sambutannya, Alfikri menyampaikan bahwa Aksi Project hadir sebagai ruang belajar dan berbagi bagi generasi muda yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa LPDP.
Menurutnya, banyak calon pendaftar yang memiliki potensi besar, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami tahapan persiapan maupun strategi menghadapi seleksi LPDP. Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu peserta memperoleh informasi yang tepat dari para awardee yang telah berhasil melewati proses seleksi.
“Melalui webinar ini kami berharap peserta memperoleh wawasan baru, memahami langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sejak dini, serta memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mengikuti seleksi LPDP dan meraih cita-cita pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Dwi Arizna Arofah menyampaikan materi bertajuk “Getting Ready for the LPDP Scholarship: A Step-by-Step Guide.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa LPDP tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kualitas perencanaan dan konsistensi dalam mempersiapkan diri.
Ia memaparkan berbagai tahapan penting yang perlu dilakukan calon pendaftar, mulai dari memahami persyaratan program, menyusun target studi yang jelas, membangun rekam jejak kepemimpinan dan kontribusi sosial, hingga menyiapkan dokumen administrasi dan esai yang sesuai dengan visi LPDP. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menyusun roadmap pengembangan diri yang realistis dan terukur agar dapat menunjukkan komitmen terhadap kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Gambar 2. Narasumber dan moderator pada pelaksanaan Webinar Road to LPDP 2026 yang membahas strategi persiapan beasiswa LPDP, mulai dari penyusunan roadmap pengembangan diri hingga persiapan studi lanjut.
Dwi menekankan bahwa proses persiapan LPDP idealnya dilakukan jauh sebelum periode pendaftaran dibuka. Dengan persiapan yang matang, calon pendaftar akan memiliki peluang yang lebih besar untuk bersaing dalam setiap tahapan seleksi.
Sementara itu, pada sesi kedua, Dina Aprianti membawakan materi bertajuk “Prepare to Study Abroad.” Materi ini berfokus pada persiapan studi luar negeri, khususnya strategi memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi internasional serta upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu aspek penting dalam proses pendaftaran beasiswa.
Dina menjelaskan bahwa mendapatkan LoA memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari menentukan program studi dan universitas tujuan yang sesuai, mempelajari persyaratan masing-masing kampus, hingga menyiapkan dokumen pendukung seperti curriculum vitae, motivation letter, dan dokumen akademik lainnya.
Selain itu, ia juga membagikan berbagai tips dalam mempersiapkan tes kemampuan bahasa Inggris, termasuk strategi belajar yang efektif, manajemen waktu, serta pentingnya membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris yang baik tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menjalani studi di lingkungan akademik internasional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan pada sesi diskusi, mulai dari strategi menyusun esai LPDP, pengalaman menghadapi wawancara, persiapan memperoleh LoA, hingga langkah-langkah membangun profil yang kompetitif sebagai calon awardee.
Melalui kegiatan ini, Aksi Project berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki akses terhadap informasi dan pendampingan dalam mempersiapkan diri mengikuti program beasiswa LPDP. Webinar ini juga menjadi bukti komitmen Aksi Project dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas.
Di akhir acara, peserta didorong untuk mulai menyusun langkah-langkah persiapan sejak sekarang, mengembangkan kapasitas diri, serta terus memperluas pengalaman dan kontribusi di berbagai bidang. Dengan persiapan yang terarah dan konsisten, peluang untuk menjadi bagian dari keluarga besar Awardee LPDP akan semakin terbuka.
“Mimpi untuk melanjutkan pendidikan melalui LPDP bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan persiapan yang tepat, komitmen yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih beasiswa tersebut dan berkontribusi bagi Indonesia,” menjadi pesan utama yang mengemuka sepanjang webinar Road to LPDP 2026.
Penulis: Tim Aksi Project
Editor: Zikri Hamidi, S.Hut., M.Si.
Dokumentasi: Webinar Road to LPDP 2026, 4 Juli 2026.
Tulis Komentar