Keterangan Gambar : Foto ilustrasi beruang madu di malam hari
Laporan : Erwin
RiauBerdaulat.com,BUKITBATU – Selama 3 malam terakhir warga Dusun Sukoharjo Desa Pakning Asal Kecamatan Bukit Batu diteror oleh keberadaan seekor beruang madu yang memasuki perkarangan rumah dan dan juga kebun mereka.
Keberadaan Beruang madu yang berukuran sebesar anak kerbau atau lebih besar dari kambing dewasa itu cukup meresahkan warga kususnya di malam hari, sementara di siang hari hewan berkuku panjang itu tidak terlihat dan memasuki hutan di sekitar dusun sukoharjo tersebut.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan salah seorang warga Dusun Sukoharjo Ulil Amri, menurutnya beruang tersebut sudah meresahkan dan mengancam keselamatan warga.
“Sudah tiga malam terakhir ini
beruang madu berkeliaran di dusun kami, ini sangat meresahkan dan mengancam
keselamatan warga, kami berharap beruang itu segera ditangkap oleh pihak
berwenang,” ungkap Ulil, Rabu (26/7/2017)
Sementara itu Pj Kepala Desa Pakning Asal Hamdani membenarkan keresahakan warganya terhadap keberadaan beruang tersebut.
“Warga sangat resah dengan
keberadaan beruang madu itu di malam hari, bahkan beberapa orang warga kami
sempat melihatnya, bekas cakarannya terlihat di pohon – pohon karet milik warga.
Beruang itu juga memangsa madu lebah milik warga,” kata Hamdani didampingi salah seorang anggota FKPM Pakning Asal Eramli.
Diutarakan Hamdani selama tiga malam terakhir warga Dusun Sukoharjo bersama anggota Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) dan juga hansip rutin melakukan ronda dan siaga penuh untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan atas keberadaan beruang tersebut.
“Warga dan anggota FKPM sudah tiga malam berjaga-jaga di dusun Sukoharjo, namun belum berhasil menangkap beruang tersebut,” katanya.
Bahkan lanjut Hamdani pihaknya sudah melapor kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pekanbaru untuk dilakukan penangkapan segera terhadap beruang tersebut.
“Sudah kita lapor ke BKSDA untuk dilakukan penangkapan, namun masih menunggu hingga mala mini belum ada tindak lanjut,” tutur Hamdani.
Tulis Komentar