Wakil Bupati Bengkalis Serukan Perusahaan dan Koperasi Bayar Zakat Karyawan Melalui BAZNAS

$rows[judul] Keterangan Gambar : Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso bersama ketua Baznas Bengkalis Ismail dan sejumlah pejabat saat menyerahkan secara simbolis penyaluran zakat kepada Mustahiq, Selasa (27/01/2026) di Gedung Serba Guna Bujang Kelana Sungai Pakning.

Sungai Pakning – Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, M.Pd., menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan zakat korporasi sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya secara langsung dalam peringatan HUT ke-25 BAZNAS Kabupaten Bengkalis di Gedung Serba Guna Bujang Kelana, Sungai Pakning, Selasa (27/01/2026).

Dalam sambutannya, Bagus Santoso secara khusus mengimbau dan mengajak seluruh perusahaan, koperasi, serta karyawannya di Kabupaten Bengkalis untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS setempat.

“BAZNAS adalah lembaga resmi negara yang penyalurannya terjamin merata dan tepat sasaran. Mari kita percayakan zakat kita melalui jalur yang amanah ini untuk dampak yang lebih besar bagi masyarakat Bengkalis,” seru Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso.


Arahan Konkret untuk Regulasi dan Terobosan

Ajakan tersebut tidak hanya berhenti pada imbauan. Wabup secara langsung mengarahkan para kepala dinas terkait yang hadir, termasuk Kepala Dinas Koperasi UMKM Basuki Rakhmad dan Kepala Disnaker, untuk segera membuat terobosan dan regulasi pendukung.

“Saya minta dinas-dinas terkait untuk duduk bersama BAZNAS dan membuat langkah nyata. Bagaimana caranya agar koperasi dan perusahaan dapat dengan mudah dan termotivasi untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Bengkalis,” tegas Bagus Santoso.


Dampak Nyata yang Perlu Diperbesar

Seruan ini bukan tanpa dasar. Data BAZNAS Bengkalis tahun 2024 menunjukkan bahwa dari total 6.038 muzaki (pembayar zakat), kontribusi dari korporasi dan koperasi masih memiliki ruang yang sangat luas untuk ditingkatkan. Padahal, dana ZIS sebesar Rp13,89 miliar yang berhasil dihimpun telah membuktikan dampaknya dengan disalurkan kepada 6.943 mustahik (penerima manfaat) melalui program ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan dakwah.

Contoh nyata sudah ada, seperti kemitraan dengan PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) yang zakat karyawannya diwujudkan menjadi bantuan kursi roda bagi warga kurang mampu. Ini membuktikan bahwa zakat korporasi yang dikelola secara profesional dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun, partisipasi aktif dunia usaha di Bengkalis melalui BAZNAS dipandang sebagai kunci percepatan pengentasan kemiskinan dan ketimpangan di daerah.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)